Data Museum
Museum Sepeda Pramuka Keliling Dunia
Jl. Raya Serang - Pandeglang KM.5Museum Sepeda Pramuka Keliling Dunia merupakan museum khusus yang berdiri pada tahun 1993. Museum ini menampilkan peralatan keliling dunia yang digunakan oleh Bapak Fauna Putra Prayoga pada tahun 1985-1990. Saat berkunjung ke museum ini, pengunjung akan dipandu langsung oleh Bapak Fauna. Beliau akan menceritakan mengenai perjalanan beliau saat berkeliling dunia.
Museum Tari dan Musik Nusantara
Jl.Elang Raya No.1Museum Tari dan Musik Nusantara merupakan museum yang didirikan pada tahun 2016 dengan tujuan mendata dan mendokumentasikan tari dan musik di Nusantara. Pendiri museum ini adalah H. Luluk Sumiarso, mantan Direktur Jenderal Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) periode 2006- 2008. Ia mendirikan museum ini sebagai wujud kecintaannya terhadap Budaya Lokal dan rasa prihatin karena semakin menipisnya kecintaan masyarakat terhadap kebudayaan tradisional. Fungsi museum dititikberatkan kegunaannya dalam pengembangan pendidikan dan penelitian tari dan museum sehingga pengunjung yang awam pada ilmu tari dan museum dapat memahaminya di museum
Monumen Nasional
Jl. Tugu MonasMonumen Nasional dibangun pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, mulai 17 Agustus 1961 dan resmi dibuka untuk umum pada 12 Juli 1975. Desain Monumen Nasional dibuat oleh arsitek R. M. Soedarsono berdasarkan konsep yang diinginkan Presiden Soekarno. Monumen ini menjadi pusat dari Lapangan Merdeka karena letaknya yang berada tepat di bagian tengah. Monumen Nasional berbentuk obelisk dengan obor api yang memiliki tinggi keseluruhan 132 m.
Museum Al-Qur’an PTIQ
Jl. Batan 1/2 Lebak BulusMuseum Al-Qur’an “PTIQ” merupakan bagian dari Unit Lembaga yang ada di Institut PTIQ Jakarta. Didirikan pada 24 Juli 1971 M. / 29 Rajab 1391 H. Pengelolaan Museum Al-Qur’an, awalnya dikelola langsung dibawah koordinasi Badan Eksekutif Yayasan Pendidikan Al-Qur’an (YPA), dan sejak tahun 1988 diserahkan kepada Institut PTIQ Jakarta. Pendirian awal Museum Al-Qur’an dilakukan secara bertahap dan berawal dari koleksi pribadi pengurus dan pendiri Yayasan Pendidikan Al-Qur’an (YPA) yang berlokasi di Jalan Gunawarman No. 25 Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Secara formal Museum Al-Qur’an “PTIQ” diresmikan berbarengan dengan keberadaan Perpustakaan Institut PTIQ Jakarta setelah menempati gedung bantuan Pemerintah DKI Jakarta yang diresmikan oleh Wakil Presiden H. Adam Malik pada Sabtu, 19 Februari 1983 yang berlokasi di Jl. Batan I / 2 LebakBulus, Cilandak, Jakarta Selatan.
Museum Benda-Benda Alkitab Yerushalayim
Jl. Raya Rawa Sengon No. 35 RT.001 / RW.022Museum Benda-Benda Alkitab Yerushalayim merupakan museum khusus yang kemunculannya tidak dapat dilepaskan dari terbitnya salah satu renungan favorit di Indonesia, yaitu Renungan Harian Manna Sorgawi. Sejak awal terbitnya, salah satu hal yang menjadi ciri khas Renungan Harian Manna Sorgawi adalah gambar inzet pada halaman depan. Pada bulan Januari 2009 secara resmi YPI Kawanan Kecil mendirikan Museum Benda-Benda Alkitab Yerushalayim. Pendanaan museum berasal dari para pembaca Manna Sorgawi melalui program Dana Pelayanan. Keberadaan museum ini pun ternyata juga direspon secara positif oleh ribuan masyarakat Kristen, hal ini terbukti dengan padatnya jadwal kunjungan dari sekolah-sekolah baik negeri maupun swasta.
Museum Fauna Indonesia “Komodo” dan Taman Reptilia
Taman Mini Indonesia Indah, RW. 2Museum Fauna Indonesia “Komodo” dan Taman Reptilia (MFIK & TR) merupakan museum khusus yang dibangun pada tahun 1975 dan diresmikan pada 20 April 1978. MFIK & TR ini merupakan museum pertama di Kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Pembangunan museum ini bertujuan untuk mengenalkan satwa asli Indonesia dalam bentuk sudah diawetkan. Konsep edukasi di museum ini mengarahkan pada pengembangan makna dan nilai-nilai yang terkandung di dalam setiap koleksi spesimen satwa yang ada.Pada 19 Oktober 1999 untuk memenuhi kebutuhan pengunjung museum, dibangun Taman Reptilia. Taman Reptilia dibangun mengelilingi bangunan museum. Taman ini menyajikan beragam jenis spesies satwa reptilia dan amfibia hidup lengkap dengan fasilitas kandang tertutup dan terbuka. Pada tahun 2010, museum ini dijadikan sebagai Lembaga Konservasi eks situ dalam bentuk taman satwa oleh Menteri Kehutanan.