museum

Museum Karo Lingga

Jl. Tasak Telu

Museum Karo Lingga terletak 5 km di sebelah barat Kabanjahe, sekitar 1 km sebelum lokasi Perkampungan Tradisional Lingga. Didirikan tahun 1977 atas prakarsa G.H. Mantik, Pagkowilham Kodam II Bukit Barisan pada waktu itu, dan resmi dibuka pada tanggal 6 Juni 1989

museum

Museum Perjuangan TNI

Jl. Zainul Arifin No. 8

Museum Perjuangan TNI Kodam I, Bukit Barisan menempati gedung yang dibangun pada 1928 yang awalnya berfungsi sebagai kantor perusahaan asuransi Belanda. Pada 1971 gedung ini dialihfungsikan sebagai Museum Perjuangan 45 TNI.

museum

Museum Situs Kotta Cinna

Jl. Kota Cina

Museum Situs Kota Cina merupakan museum khusus yang dibangun pada 2008 oleh seorang sejarawan bernama Ichwan Azhari, yang juga merupakan seorang dosen jurusan sejarah di Universitas Negeri Medan (UNIMED). Museum tersebut baru diresmikan oleh pemerintah pada tahun 2009. Museum ini menyimpan benda-benda hasil ekskavasi yang ditemukan di Situs Kota Cina seperti keramik dan tembikar, arca, koin dan sisa-sisa perahu. Situs Kota Cina merupakan pelabuhan yang ramai dikunjungi pada permulaan abad ke-12 hingga abad ke-14 yang didasarkan pada temuan arkeologisnya.

museum

Museum Dr. A. K. Gani

Jl. Mp. Mangkunegara No. 1

Dr. A.K. Gani adalah seorang pemimpin dan pejuang pada masa kemerdekaan yang berasal dari Palembang. Perjuangannya telah dirintis sejak usia 18 tahun. Pada tahun 1923 bergabung pada organisasi Jong Sumatera Bond (Pemuda Sumatera). Ia juga turut andil dalam mengikrarkan “Sumpah Pemuda” pada tahun 1928. Untuk mengenang jasa dan pengabdian Dr. A.K. Gani kepada bangsa dan negara maka keluarga Dr. A.K. Gani melalui Yayasan H.J.R.A. Masturah A.K. Gani mendirikan sebuah museum sebagai tempat untuk mengumpulkan, melestarikan, dan memamerkan benda-benda peninggalan terkait kehidupan A.K. Gani

museum

Museum Kata Andrea Hirata

Jl. Laskar Pelangi 10

Museum Kata Andrea Hirata merupakan museumyang didirikan oleh Andrea Hirata, penulis tetralogi Laskar Pelangi. Museum ini diresmikan pada November 2012 dan merupakan museum sastra pertama yang ada di Indonesia. Di museum ini pengunjung dikenalkan dengan sastra, perkembangan sastra di Indonesia, dan pentingnya dunia sastra di kehidupan. Selain itu, pengunjung dapat melihat perjalanan Laskar Pelangi sebagai Novel dan akhirnya diangkat ke layar kaca. Tujuan dibangunnya museum ini untuk menginspirasi pemuda Indonesia untuk berani bermimpi dan semangat berjuang untuk meraih mimpi seperti yang dikisahkan di novel Laskar Pelangi

museum

Museum Benteng Heritage

Jalan Cilame No. 18&20

Museum Benteng Heritage merupakan museum khusus yang menempati bangunan berarsitektur Tionghoa yang diduga merupakan bangunan tertua di Kota Tangerang. Bangunan museum diperkirakan dibangun pada abad ke-17 kemudian direstorasi dan diresmikan sebagai museum pada tahun 2011. Kepemilikan dan pengelolaan museum dipegang oleh Yayasan Benteng Heritage. Museum ini menjadi salah satu cara untuk melestarikan peninggalan sejarah di wilayah kota Tangerang ini. Museum Benteng Heritage menampilkan hal-hal unik dibalik sejarah kehidupan etnis Tionghoa di Indonesia dan artefaknya yang menjadi saksi bisu sejarah. Cerita yang ditampilkan mulai dari pendaratan nenek moyang orang-orang Tionghoa Tangerang (Cina Benteng) di Teluk Naga pada tahun 1407 yang dipimpin oleh Cheng Ci Lung. Ia diduga merupakan bagian dari rombongan Armada Cheng Ho, Laksamana Tiongkok yang berlayar ke Nan Yang (Laut Selatan). Selain itu, pengunjung juga dapat mengikuti program-program museum seperti Heritage walk, workshop kuliner, dan seminar/workshop fotografi

Testimoni