Data Museum
Tanteri Museum of Ceramic Art
Banjar SimpanganTanteri Museum of Ceramic Art merupakan museum yang didirikan pada 30 Mei 2011, berlokasi di Tabanan Bali dan dikelola oleh Yayasan Tanteri. Museum ini menyajikan berbagai jenis gerabah dan keramik yang dihasilkan dari Desa Pejaten dan dari berbagai wilayah Indonesia. Nama ‘Tanteri’ berasal dari nama seseorang yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan kerajinan keramik di Desa Pejaten. Selain Tanteri, tokoh yang juga penting bagi perkembangan keramik Pejaten adalah I Wayan Kerta, Mangku Kuturan, dan I Made Durya.
Museum Bikon Blewut
Kompleks Seminari Tinggi St. Paulus LedaleroJika dilihat dari penemuan dan penggalian yang dilakukan untuk menghimpun koleksi, museum didirikan pada 1965 oleh Pater Dr. Verhoeven SVD di Todabelu/Mataloko, Kabupaten Ngada, Flores. Sedangkan jika didasarkan pada penataan dan pengelolaan koleksi secara sistematis dan ilmiah di dalam sebuah gedung, maka museum didirikan pada 1983 oleh Pater Drs. Piet Petu SVD di Ledalero-Maumere, Kabupaten Sikka, Flores. Saat ini kepemilikan dan pengelolaan dipegang oleh Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero. Nama museum berasal dari kata Bikon yang berarti Lampau dan Blewut yang artinya Rusak, sehingga Bikon Blewut diartikan sebagai sisa-sisa peninggalan masa lampau. Segala kekayaan nilai budaya, sejarah, dan ilmu pengetahuan yang terkandung di dalam koleksi-koleksi museum merupakan hasil karya akademisi dan arkeolog dari para misionaris SVD pertama asal Belanda, yaitu Dr. Verhoeven SVD dkk, serta para imam SVD.
Museum Indo' Ta'dung
Obyek Wisata Ke’te’ Kesu’ PantanakanloloMuseum Indo’ Ta’dung merupakan museum khusus yang dirintis sejak tahun 1964. Pada awalnya, koleksi mulai dikumpulkan di salah satu sudut rumah adat Kesu’ yang ada di lingkungan Ke’te’ Kesu’. Kemudian koleksi dipindahkan ke rumah adat Tongkonan yang dibangun pada 1998 dengan nama Tongkonan Rura Lompo.
Museum Rambu Solo' Ne Gandeng
Jl. Museum NeGandeng No. 1, MalakiriNama museum Rambu Solo’ Ne Gandeng berasal dari nama tokoh masyarakat di Lembang Malakiri. Ia dikenal sebagai wanita pekerja keras dan hakim adat yang bijaksana. Selain itu, ia juga dikenal sebagai orang yang gigih dalam mempertahankan adat budaya Toraja. Sosok Ne Gandeng tersebut yang akhirnya menginspirasi didirikannya Museum Rambu Solo’ Ne Gandeng. Rambu Solo’ Ne Gandeng sebenarnya merupakan upacara pemakaman melalui prosesi adat kematian yang paling lengkap dan besar.
Museum Sabang
Jl. O. SurapatiMuseum Sabang pendiriannya digagas oleh pimpinan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (BPKS) pada tahun 2013. Gagasan ini timbul karena melihat keadaan alam Sabang tidak saja memiliki kekayaan alam bawah laut yang sangat indah namun juga memiliki nilai sejarah yang banyak dan beragam
Museum Huta Bolon Simanindo
Jl. Pelabuhan SimanindoMuseum Huta Bolon Simanindo didirikan pada tahun 1969. Awalnya museum ini berupa rumah adat warisan Raja Sidauruk yang kemudian dijadikan museum terbuka (open air museum)