museum

Museum Pendidikan Nasional

Jalan Dr. Setiabudhi No.229

Museum Pendidikan merupakan perpaduan antara museum sejarah (history museums) dan museum ilmu dan teknologi (science and technology museum) yang khusus didirikan dan didedikasikan untuk upaya penyelamatan dan pelestarian peninggalan-peninggalan sejarah pendidikan. Kehadiran Museum Pendidikan Nasional di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab UPI, sebagai perguruan tinggi yang memiliki kepedulian akan pentingnya melestarikan warisan sejarah budaya bangsa, khususnya dibidang pendidikan. Sesuai dengan tujuan dan fungsi pendirian Museum Pendidikan Nasional sebagai sebuah lembaga studi warisan budaya dan pusat informasi edukati, kultural, dan rekreatif, maka tema umum rancangan museum mencerminkan kronologi perjalanan pendidikan nasional Indonesia dari masa ke masa, sedangkan tema khususnya adalah sejarah guru dan pendidikan guru.

museum

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan melalui Pusat Penelitian Arkeologi Nasional bekerja sama dengan Jurusan Arkeologi Fakultas Sastra Universitas Indonesia mulai melakukan penelitian di situs Banten Lama tahun 1976. Penelitian tersebut bersamaan dengan kegiatan pemugaran. Dalam kegiatan pemugaran, dibutuhkan pula bangunan yang berfungsi untuk menyelamatkan benda cagar budaya sebagai akibat dari semakin banyaknya pencurian, perusakan, dan penemuan benda cagar budaya oleh masyarakat. Semula, benda-benda cagar budaya bergerak (koleksi) hasil penggalian maupun sumbangan masyarakat di simpan dalam gedung asrama yang letaknya di selatan bangunan Tiyamah, selatan Masjid Agung Banten. Kegiatan penelitian kepurbakalaan yang semakin meningkat, menyebabkan makin kuatnya kebutuhan sebuah bangunan sebagai tempat penyimpanan hasil temuan yang sekaligus berfungsi sebagai pusat informasi mengenai situs Banten Lama. Jumlah benda cagar budaya bergerak yang semakin bertambah, baik yang berasal dari penemuan masyarakat maupun penelitian, akhirnya memerlukan sistem penataan pameran /display dan pembuatan label informasi pada masing-masing benda.

museum

Museum Angkut

Jl. Terusan Sultan Agung No. 2

Untuk lebih memperkuat Visi-Misi dan Slogan-slogan yang dimiliki dan dipegang oleh Grup Jawa Timur Park serta keinginan memenuhi kebutuhan masyarakat luas, serta ikut andil dalam memajukan bangsa, maka grup ini tak henti-hentinya terus berupaya mencari, menemukan, melakukan terobosan-2 guna menambah lagi kawasan-kawasan wisata/rekreasi yang ceria-sehat-bermanfaat, serta pembelajaran/pendidikan pengetahuan (Science) unggulan berkelas international yang benar-benar prestisius ! Berkaitan dengan itu semua maka Grup Jawa Timur Park bermaksud membangun sebuah MUSEUM/GALERY/KEPUSTAKAAN TRANSPORTASI INDONESIA. (Tentang nama yang paling tepat untuk wahana itu akan diputuskan dan ditetapkan lebih lanjut oleh manajemen puncak Grup ini). Arti Museum pasti tidak luput dari bentuk barang atau Sejarah masa lampau dan pembelajaran. Arti Galery tentunya wahana Pameran yang lebih luas serta juga memberi manfaat pembelajaran. Demikian pula arti Kepustakaan penuh dengan nuansa pameran serta ensiklopedi pembelajaran. (terakhir nama yang ditetapkan oleh manajemen puncak adalah MUSEUM ANGKUT + atau dieja dengan MUSEUM ANGKUT PLUS).

museum

Museum Daerah Nene Mallomo

Jalan Wolter Mongisidi No. 17

Museum Daerah merupakan pelengkap suatu daerah dalam pemajuan sarana dan prasarana kebudayaan dan pariwisata. Merujuk pada Undang-Undang RI No. 5 Tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan yang mengamanatkan bahwa setiap daerah harus mempunyai sebuah museum daerah untuk menjaga dan melestarikan warisan sejarah dan budaya suatu daerah untuk kelangsungan suatu bangsa. Perencanaan didirikan Museum Daerah Kabupaten RSidenreng Rappang sebenarnya sudah di ilhami/diusulkan oleh Lembaga Adat Kabupaten Sidenreng Rappang yan diketuai oleh Drs. H. Andi Muh. Saleh dan Bupati Sidenreng Rappang ke 7 yaitu Alm. Andi Raggong sejak tahun 2007. Seiring dengan salah satu program strategis 100 hari Bupati Sidenreng Rappang yang ke-9 Bapak H. Dollah Mando yaitu Pengadaan Museum Daerah di Kabupaten Sidenreng Rappang dengan diterbitkan SK Bupati tentang Pendirian Museum Daerah Nene Mallomo No. 442 a/x/2018 dan SK Bupati No: 463 a/x/2018 tentang pembentukan pengelola Museum Daerah Nene Mallomo Kabupaten Sidenreng Rappang menjadi landasan kuat berdirinya museum daerah ini. keberadaan Museum Daerah yang menempati gedung yang digunakan dengan berbagai keterbatasan disebabkan usia bangunan yang merupakan kantor lama Kominfo sehingga memerlukan perbaikan dan renovasi kedepannya. Demikian sejarah singkat proses pendirian Museum Daerah di Kabupaten Sidereng Rappang yang fungsinya salah satu pemajuan kebudayaan di daerah ini.

museum

Museum Batik Yogyakarta

Jl dr Sutomo 13 A Bausasran Yogyakarta

Museum Batik Yogyakarta pertama kali didirikan pada tahun 1960-an atas prakarsa Hadi Nugroho si pemilik museum. Pada awalnya, belum ada campur tangan dari pemerintah daerah Yogyakarta atas pengelolaan museum. Baru pada tahun 1979, tempat ini diresmikan dan diakuisisi oleh pemerintah daerah DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta). Akte museum Batik tercatat pada nomor 22 yang diterbitkan pada tahun 1977 dan kemudian diperbaharui lagi pada tahun 2014. Pada tahun 2001, museum mendapatkan sertifikat dari UNESCO sebagai warisan kultural dunia. Keberadaan museum Batik Yogyakarta ini telah mengangkat derajat kota Yogyakarta dengan diberikannya nama Kota Batik oleh WCC pada tahun 2014 lalu.

museum

Museum Sudirman

Jl. Ade Irma Suryani No. C.7 Badaan Kota Magelang

Rumah Dinas TNI AD, sebagai rumah singgah Jendral Sudirman hingga wafat, diresmikan sebagai museum tahun 1975 oleh Bp. Soepardjo Rustam

Testimoni