museum

Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat

Jalan Dipati Ukur No. 48, Lebak Gede, Coblong, Bandung, Jawa Barat

Gagasan pendirian monumen ini muncul untuk mengabadikan jejak sejarah perjuangan rakyat Jawa Barat dari masa kolonial hingga pasca-kemerdekaan. Diresmikan pada 23 Agustus 1995 olehRaden Nana Nuriana, Gubernur Jawa Barat saat itu. Lokasi di Jalan Dipati Ukur No. 48, Bandung (berhadapan langsung dengan Gedung Sate dan Kampus Unpad). Monumen ini dirancang oleh arsitek Slamet Wirasonjaya dan seniman Sunaryo, bentuknya sangat sarat akan simbolisme nasionalisme. 5 pilar bambu rncing, lima buah tugu yang menjulang setinggi 17 meter melambangkan senjata khas pejuang sekaligus tanggal kemerdekaan RI. Memiliki 8 buah pilar dan bentuk melingkar dengan diameter 45 meter, melambangkan bulan Agustus dan tahun 1945. Gaya Arsitektur perpaduan antara gaya modern dengan elemen tradisional Jawa Barat.

museum

Museum Pangeran Cakrabuwana Kabupaten Cirebon

Jl. Sunan Drajat No. 09 Sumber Kab. Cirebon Jawa Barat

Museum Pangeran Cakrabuwana Kabupaten Cirebon merupakan museum khusus yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon pada 2017. Peresmian museum kemudian dilakukan oleh Bupati Cirebon pada 14 April 2017 bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Cirebon yang ke-532 tahun

museum

Museum Wayang Banyumas

Jl. Budi Utomo No.1, Banyumas, Sudagaran, Kec. Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah

Museum Wayang Banyumas merupakan museum khusus yang diresmikan pada 31 Desember 1983 atas gagasan Bapak Soepardjo Roestam ( Gubernur Jawa Tengah ) dan para sesepuh Banyumas. Museum ini berada di kompleks pusat pemerintahan lama Kabupaten Banyumas. Gedung museum sebelumnya merupakan paseban (tempat beristirahat) bagi tamu Bupati. Museum ini menyimpan lukisan bangunan lama, seperti Pendopo Si Panji yang diambil dari dokumen Pangeran Banyumas bertahun 1925, Alun-alun dan Pendopo Si Panji ketika dipindahkan ke Purwokerto pada 1937, Gedung Karesidenan Banyumas yang dibangun pada 1843 menurut Babad Banyumas yang ditulis pada 25 OKtober 1898 oleh RA Wiriatmadja. Ada pula koleksi lukisan foto Gedung Perpoestakaan Rakyat Banyumas yang diambil pada tahun 1925, Gedung Kantor Pos Banyumas bertahun 1925, Gedung Penjara Belanda yang berada di sebelah Timur Alun-Alun Banyumas, dan Sekolah zaman Belanda yang sekarang menjadi gedung Puskesmas Banyumas. Koleksi lainnya berupa alat musik tradisional Banyumas yang disebut Calung. Koleksi unggulan museum ini adalah satu set wayang Banyumasan tempo dulu dan tokoh wayang yang menjadi ciri khas wayang gagrak banyumas. Saat ini museum berada di bawah pengelolaan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas.

museum

Museum R. Hamong Wardoyo

Jl. Pandanaran No.19, Tegalmulyo, Siswodipuran, Kec. Boyolali, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah

Museum R. Hamong Wardoyo merupakan museum yang menjadi salah satu ikon baru Kabupaten Boyolali. Museum itu dibangun di lahan bekas kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Boyolali. Nama R. Hamong Wardoyo diambil dari salah satu nama mantan Bupati Boyolali yakni Bupati ke-sepuluh yang memimpin Boyolali pada 1947. Museum ini berada di bawah kepemilikan Pemerintah Daerah Boyolali dan dikelola oleh Dinas pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali. Bangunan museum jika dilihat dari luar mirip dengan Museum Louvre di Paris, Perancis. Atap museum mengerucut berupa panel kaca tembus pandang sehingga bentuk bangunan seperti piramida. Museum ini terdiri dari dua lantai dan semua temboknya dicat warna putih. Di dalam museum ada dua ruang utama berbentuk segi enam dengan tangga penghubung lantai I dan II berbentuk spiral. Jika anda berkunjung ke museum ini, anda akan disajikan isian berupa kereta kencana, meriam, keris, kerajinan barang foto-foto mantan Bupati, beberapa pusaka peninggalan Paku Buwono (PB) X dan Arca. Koleksi unggulan museum ini adalah diorama perjalanan Ki Ageng Pandan Arang.

museum

Museum Lokal Kabupaten Grobogan

Jl. Pemuda No.35, Grobogan, Purwodadi, Jawa Tengah

Kabupaten Grobogan merupakan suatu daerah yang memiliki perjalanan sejarah yang panjang. Seiring dengan banyak ditemukannya benda kuno oleh masyarakat. Kemudian menurut arkeolog benda tersebut termasuk ke dalam kategori Cagar Budaya, kemudian tercetuslah ide oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Grobogan untuk mendirikan sebuah museum yang di beri nama “Museum Lokal Purwodadi” pada tahun 1974, yang kemudian berganti nama menjadi Museum Lokal Kabupaten Grobogan. Museum umum ini bersebelahan dengan kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Grobogan. Di dalam museum ini terdapat beragam koleksi arkeologika dan etnografika. Koleksi yang dimiliki museum antara lain fosil-fosil kerang laut (bukti bahwa daerah Grobogan pada masa glasial masih berupa lautan), rahang Stegodon (gajah purba), artefak berlatar belakang agama Hindu dari batu kapur (arca-arca, peripih), bata merah, pipisan, benda-benda keramik (piring, mangkok, dan guci), beberapa bagian gamelan ”Senenan” (disebut demikian karena ditabuh/dimainkan hanya setiap Senin pada saat Bupati Grobogan mengadakan pertemuan dengan warga), lesung (perlengkapan menumbuk padi), dan bajak (alat mengolah tanah sawah sebelum ditanami).

museum

Museum RA Kartini Jepara

Jl. Alun-Alun No. 1, Panggang, Jepara

Museum R. A. Kartini Jepara merupakan museum umum yang didirikan untuk mengenang jasa-jasa R.A. Kartini sebagai perintis emansipasi wanita Indonesia. Untuk mengenang jasa, pengabdian, dan perjuangannya, maka pada 1975 Pemerintah Daerah Tingkat II Jepara, atas usulan wakil rakyat dan bantuan dari Presiden Soeharto mendirikan sebuah museum. Museum ini dibangun pada 30 Maret 1975, pada masa pemerintahan Bupati Soewarno Djojomardowo, S.H. Kemudian diresmikan pada 21 April 1977 oleh Bupati Kepala Daerah Tingkat II Jepara, Soedikto, S.H. tepat seabad peringatan R.A. Kartini, walaupun peringatan seabad R.A. Kartini harusnya jatuh pada 1979, karena Ia lahir pada 1879. Museum Kartini merupakan museum lokal yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Jepara. Museum ini memamerkan benda-benda peninggalan R.A. Kartini semasa hidupnya, benda peninggalan kakaknya yaitu RMP Sosrokartono serta benda-benda kuno hasil temuan di wilayah Kabupaten Jepara.

Testimoni