Sejarah Kepemimpinan dari Generasi ke generasi

museum jenang dan gusjigang

Deskripsi

1. Generasi Pertama/Perintis (1910 – 1940) H. MABRURI – Hj. ALAWIYAH 2. Generasi Kedua (1940 – 1992) H. A. SHOCHIB MABRURI – Hj. ISTIFAIYAH 4. Generasi Ketiga (1992 – sekarang) H. MUHAMMAD HILMY, SE – Hj. NUJU MULLAILLY, SE

Sejarah

1. Generasi Pertama/Perintis (1910 – 1940) H. MABRURI – Hj. ALAWIYAH Generasi pertama/perintis memulai usahanya pada tahun 1910 sampai dengan tahun 1940, beliau adalah H. Mabrur bersama Hj. Alawiyah. Generasi pertama memiliki jiwa yang jujur, gigih, ulet, pantang menyerah, semangat spiritual, melandasi semangat kerja sang pelopor. Produk jenangnya diberi merk HMR dengan arti dari singkatan H. Mabruri. Lokasi penjualannya di Pasar Bubar Menara Kudus, area yang sekarang dikenal sebagai tempat parkir para peziarah di Komplek Masjid Menara "Al Aqsho" dan Makam Sunan Kudus. 2. Generasi Kedua (1940 – 1992) H. A. SHOCHIB MABRURI – Hj. ISTIFAIYAH Beliau adalah H. Achmad Shochib dan Hj. Istifaiyah, melanjutkan usaha pendahulunya pada tahun 1940 sampai dengan 1992. Generasi kedua ini memiliki semangat jiwa kreatif-inovatif, amanah dan visioner serta memantapkan langkah untuk siapkan generasi. Saat itu dikenal sebagai Perusahaan Jenang Sinar Tiga-Tiga (PJ. Tiga-Tiga). Di tangan beliau perusahaan mulai berkembang dan diproduksi secara massal. Telah didaftarkan merk Sinar Tiga-Tiga ke Kementerian Kehakiman kala itu. Pada tahun 1975 perusahaan meluncurkan 3 (tiga) merk baru, yaitu : Mubarok, Mabrur dan Viva. Merk-merk baru tersebut terbukti mampu menjadi trend setter di industri jenang terbukti banyaknya pesaing yang meniru dari merk-merk baru tersebut, utamanya merk Mubarok. 3. Generasi Ketiga (1992 – sekarang) H. MUHAMMAD HILMY, SE – Hj. NUJU MULLAILLY, SE Pada tahun 1992, H. Achmad Shochib yang telah sepuh menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada putranya H. Muhammad Hilmy, SE. Beliau alumni Pondok Modern Gontor Ponorogo dan alumni Fakultas Ekonomi UII Yogyakarta. Pada generasi ini perusahaan semakin berkembang dengan nama Mubarokfood Cipta Delicia. Menerapkan berbagai sistem manajemen modern sebagaimana layaknya perusahaan-perusahaan besar lainnya. Memiliki cita-cita dan harapan yang mulia terhadap keberadaan makanan tradisional, khususnya Jenang Kudus, bahwa beliau selalu berupaya untuk terus menerus memacu dan memperjuangkan makanan khas tradisional menjadi icon makanan khas daerah dan dapat menjadi Branding Kota Kudus selain Kudus yang dikenal sebagai Kota Kretek. Mewujudkan cita-cita perusahaan dengan semangat membangun kinerja memantapkan citra, membangun sinergi mewujudkan visi, meningkatkan dan mengembangkan kompetensi sdm dan kompetensi manajemen di segala bidang.

Nomor inventarisasi :

-

Nomor Registrasi :

-

Tempat Pembuatan :

Museum Jenang dan Gusjigang

Status Cagar Budaya :

Bukan Cagar Budaya

Klasifikasi :

Historika

Kondisi Koleksi :

Utuh

Tanggal Registrasi:

$koleksi['Profile'][0]->tgl_registrasi

Cara Perolehan:

-

Keaslian:

Asli

Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:

33.19.K.06.0343

Alamat Museum:

Jl. Sunan Muria No. 33 A Kudus

Galeri

Testimoni