Replika Stasiun Kereta Api Kudus
museum jenang dan gusjigang
Deskripsi
Miniatur Stasiun Kudus ini dibuat oleh tim kreatif berpengalaman (Seniman Kudus dan Seniman ISI Yogyakarta) dengan bahan material sederhana yang dirangkai sedemikian rupa secara manual menyerupai bentuk asli dengan sangat detail dan skalatis serta dilengkapi audio yang menggambarkan suasana seperti di stasiun. Karya seni ini menjadi sebuah spot koleksi yang bernilai tinggi.Stasiun Kudus yang populer dengan sebutan Stasiun Wergu merupakan stasiun kereta api nonaktif kelas besar yang terletak di Wergu Wetan, Kota, Kudus yang ini termasuk dalam Wilayah Aset IV Semarang. Asal usul stasiun ini terdiri atas dua periode. Periode pertama adalah pembangunan dua jalur kereta api, yaitu Jurnatan–Juwana dan Kudus–Mayong yang dibangun oleh Samarang–Joana Stoomtram Maatschappij. Jalur Demak–Kudus selesai pada tanggal 15 Maret 1884 dan dilanjut menuju Juwana pada tanggal 19 April 1884. Selanjutnya, dibangun jalur cabang menuju Mayong pada 6 September 1887. Seiring berkembangnya Kota Kudus, tata letak jalur yang semula melewati tengah kota dan alun-alun dipindah karena mengganggu perjalanan dengan mobil pribadi, kereta kuda, dan angkutan umum yang saat itu sudah mulai bertumbuh pesat. Oleh karena itulah, dibangun stasiun baru di Wergu, yang sekarang ini masih ada. Stasiun Wergu dibuka pada tahun 1919. Jalur lama dicabut sendiri oleh SJS dan menyisakan jalur menuju Alun-alun yang tak lama kemudian juga dicabut. Jalur dan stasiun ini terus beroperasi hingga tahun 1986. Jalurnya ditutup karena kalah bersaing dengan mobil pribadi dan angkutan umum. Stasiun ini dulu mempunyai dipo lokomotif. Saat ini dipo lokomotif Kudus beralih fungsi menjadi kios, sementara emplasemennya berubah menjadi karoseri bak truk. Selain dipo, stasiun ini juga mempunyai sebuah gudang yang dahulu digunakan untuk menyimpan hasil bumi, sekarang gudang digunakan untuk lapangan futsal. Di sebelah utara Stasiun Kudus masih berdiri tegak tiang sinyal mekanik. Walaupun demikian, perlu diketahui bahwa foto koleksi de Jong dalam buku Spoorwegstations op Java yang diterbitkan pada tahun 1993 menampilkan bahwa pada tahun 1990 sejumlah stasiun di jalur SJS masih menampakkan atap dan jalur-jalurnya yang sudah mangkrak. Jalur tersebut kemungkinan dibongkar pada tahun 1996 hingga akhir tahun 1990-an. Bangunan stasiun ini pernah dijadikan sebagai pasar sejak 1993. Untuk menandai bekas stasiun, pasar ini dikenal sebagai Pasar Stasiun Wergu. Sejak 2017, semua pedagang yang berada di stasiun ini telah dipindahkan ke pasar yang baru. Stasiun ini akhirnya sepi dan ditutup seng.
Sejarah
-
Nomor inventarisasi :
-
Nomor Registrasi :
-
Tempat Pembuatan :
-
Status Cagar Budaya :
-
Klasifikasi :
-
Kondisi Koleksi :
Utuh
Tanggal Registrasi:
$koleksi['Profile'][0]->tgl_registrasi
Cara Perolehan:
-
Keaslian:
-
Nama Museum :
Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:
33.19.K.06.0343
Alamat Museum:
Jl. Sunan Muria No. 33 A Kudus