Fr.Incisivus Proboscidea
museum manusia purba sangiran (klaster bukuran)
Deskripsi
Proboscidea merupakan ordo mamalia yang memiliki proboscis atau belalai. Anggota ordo ini yang masih bertahan hidup hingga sekarang yaitu Loxodonta (hidup di Afrika) dan Elephas (hidup di Asia). Gigi Proboscidea mengalami spesialisasi sehingga berbeda dengan gigi vertebrata lain. Gigi seri (incisivus) yang melekat di bagian rahang atas pada spesies anggota ordo Proboscidea mengalami modifikasi dengan tumbuh memanjang dan menonjol keluar menjadi gading. Gading gajah tersusun oleh dentin (jaringan keras yang padat), pulpa (bagian tengah yang berisi syaraf dan pembuluh darah), sementum (lapisan tipis yang menyelimuti dentin), dan enamel (lapisan terluar yang ditemukan di ujung gading). Selain itu, juga memiliki fungsi untuk mencari makanan, membantu mobilitas seperti mengangkat benda yang menghalangi jalurnya, dan pertahanan diri. Koleksi ini merupakan potongan gading gajah dari spesies anggota ordo Proboscidea yang ditemukan patah menjadi delapan bagian. Bagian ujung terluar (tip) dan pangkal dari gading gajah koleksi ini tidak dapat teramati.
Sejarah
Pada 25 Januari 2018, tim peneliti dari museum dan penemu fosil Bapak Timin menemukan fosil penting dari kelompok Proboscidea, yang dikenal sebagai keluarga gajah purba. Fosil ini, yang mencakup elemen Fr. Insisivus atau gigi depan, memberikan wawasan baru tentang kehidupan masa lalu. Setelah dianalisis, fosil tersebut diangkat dan menjadi bagian koleksi tim museum, menambah nilai sejarah dan ilmiah yang signifikan bagi pemahaman kita tentang evolusi spesies purba.
Nomor inventarisasi :
3239 / ELP / BPSMPS / 2018
Nomor Registrasi :
6563
Tempat Pembuatan :
-
Status Cagar Budaya :
-
Klasifikasi :
Geologika
Kondisi Koleksi :
-
Tanggal Registrasi:
8 Feb 2018
Cara Perolehan:
Hasil Penemuan
Keaslian:
Asli
Nama Museum :
Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:
33.14.K.01.0314
Alamat Museum:
Bukuran