museum

Museum Samparaja

Jl. Gajah Mada

Museum Samparaja merupakan museum yang dibangun sejak tahun 1987 yang dirintis sekaligus didirikan oleh Hj. Siti Maryam R. Salahuddin (anak ke-7 Sultan Salahuddin, Raja Kesultanan Bima). Tujuan pendirian Museum Kebudayaan Samparaja ialah penyelamatan peninggalan Kesultanan Bima terutama naskah-naskah lama dari kepunahan sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya daerah serta menjadikan museum sebagai sarana penelitian kebudayaan Bima. Pada 1990 didirikan gedung museum berasitektur tradisional Bima “Uma Ceko” dan diresmikan pembukaannya oleh Bupati Bima Adi Haryanto pada tanggal 10 Agustus 1995.

museum

Museum PDAM Intan Banjar

Jl. Comet Raya

Museum PDAM Intan Banjar merupakan museum yang diresmikan pada 21 Juni 2013 bertepatan dengan HUT PDAM yang ke-25. Peresmian museum ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Drs. H. M. Rifqie Basri MS, selaku Direktur Utama PDAM Intan Banjar yang memprakarsai berdirinya museum. Museum PDAM Intan Banjar menyajikan koleksi yang berisi informasi mengenai sejarah perjalanan dan perkembangan PDAM Intan Banjar serta pencapaian-pencapaian yang telah didapat oleh PDAM Intan Banjar.

museum

Museum "Siraja" Teluk Bayur

Jl. Kampung Cina RT 5

Museum Siraja Teluk Bayur merupakan museum yang ada di Kabupaten Berau. Museum ini didirikan atas inisiatif Aji Rahmatsyah, putra Datu Maharadja Dinda, keturunan Sultan Muhammad Amiruddin. Pada awalnya, bangunan museum hanya digunakan untuk menyimpan koleksi berharga milik keluarga yang berhubungan dengan Sultan Muhammad Amiruddin. Pada 17 Juni 2015 bangunan tersebut diresmikan sebagai museum, sehingga masyarakat umum dapat mengakses dan melihat koleksi-koleksi peninggalan Sultan Muhammad Amiruddin.

museum

Museum Perjuangan (Kodam VII Wirabuana) merupakan museum yang dikenal juga sebagai Museum Perjuangan. Museum ini diresmikan pada tanggal 27 Februari 1979 oleh Panglima Brigjen TNI Rudini.

museum

Museum Buntu Kalando

Jl. Buntu Kalando

Museum Buntu Kalando merupakan museum khusus yang didirikan dan diresmikan pada 29 Juli 1980 di atas Bukit Sanggala. Museum ini dibangun untuk menjadi wadah pemeliharaan dan pelestarian benda-benda peninggalan budaya Tana Toraja. Selain itu, museum ini juga menjadi pusat pelayanan masyarakat adat. Di depan museum terdapat lima lumbung padi sebagai ciri istana atau rumah adat Toraja. Dalam bahasa Toraja, buntu berarti batu dan kalando berarti bukit, buntu kalando kemudian diartikan kehidupan raja yang memilih tempat di atas ketinggian.

museum

Museum Landorundun

Tallunglipu, Kompleks Bolu-Rantepao

Museum Landorundun merupakan museum khusus yang diresmikan oleh Bupati Daerah Tingkat. II Tana Toraja, Drs. Tarsis Kodrat pada 21 Juni 1999. Museum ini menempati Tongkonan yang dibangun pada 1995, disertai dua lumbung padi. Nama museum berasal dari nama puteri bangsawan bernama Landorundun asal Gunung Sesean, Toraja. Ia terkenal dengan kecantikannya.

Testimoni