Museum Gumuk Pasir
kabupaten bantul, di yogyakarta
Balai Geospasial Pesisir dan Gumuk Pasir (BGPGP) - Badan Informasi Geospasial
Nomor Pendaftaran Nasional Museum (NPNM)
34.02.K.02.0335
Jenis Museum
Museum Umum
Tipe Museum
Belum Distandarisasi
Pemilik
Badan Informasi Geospasial
Pengelola
Balai Geospasial Pesisir dan Gumuk Pasir (BGPGP) - Badan Informasi Geospasial
Sejarah
Awal Pendirian Museum Gumuk Pasir diprakarsai adanya Perjanjian Kerjasama antara Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasioanal (Bakosurtanal) bersama Fakultas Geografi Universitas Gajah Mada (UGM). Perjanjian Kerjasama yang digagas pada tahun 2001 adalah menyangkut pendirian Museum Alam Gumuk Pasir Barchan. Awal pendirian museum bertujuan untuk pelestarian keberadaan Gumuk Pasir Barchan di Parangtritis. Perjanjian Kerjasama diperbaharui pada tahun 2007 oleh Bakosurtanal, UGM, dan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Tujuan Kerjasama yang dimaksud adalah untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang data dan informasi lingkungan serta sumberdaya wilayah. Seiring dengan perkembangannya, perjanjian Kerjasama kembali diperbaharui pada tahun 2010 sampai 2013 untuk melakukan pengelolaan Laboraturium Geospasial Pesisir dan Gumuk Pasir (LGPP). Keberadaan LGPP diperlukan guna melaksanakan riset kolaboratif sumberdaya pesisir dan laut untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hingga pada tahun 2015, Laboraturium Geospasial Pesisir Parangtritis berganti nama menjadi Parangtritis Geomaritime Science Park (PGSP). Perjanjian Kerjasama yang terjalin diperbaharui pada tahun 2016 dengan memperkuat keberadaan Museum Gumuk Pasir. Salah satu misi PGSP adalah melakukan riset kolaboratif dan melakukan komersialisasi hasil riset untuk meningkatkan peran Museum Gumuk Pasir sebagai sarana pembelajaran. Berbekal adanya perjanjian Kerjasama antara pemerintah daerah Derah Istimewa Yogyakarta, Badan Informasi Geospasial (BIG), Universitas Gajah Mada (UGM), dan Pemerintah Kabupaten Bantul, saat ini Museum Gumuk Pasir menjadi bagian dari Parangtritis Geomaritime Science Park dalam pengelolaan dan pengembangan terkait hasil-hasil riset, pengetahuan geospasial, serta wawasan dalam bidang kepesisiran dan kemaritiman. Berlokasi di Kawasan Kagungan Dalem Gumuk Pasir semakin meneguhkan Museum Gumuk Pasir untuk memberikan edukasi utamanya mengenai Gumuk Pasir. Tahun 2024 Parangtritis Geomaritime Science Park bertransformasi menjadi Balai Geospasial Pesisir dan Gumuk Pasir sehingga Museum Gumuk Pasir resmi dibawah naungan Balai Geospasial Pesisir Parangtritis.
Visi
Menjadi pusat edukasi dan literasi dalam mendukung konservasi gumuk pasir dan pengembangan ilmu kebumian lingkungan pesisir
Misi
1. Menyediakan layanan pembelajaran interaktif dan inklusif mengenai gumuk pasir dan pesisir. 2. Mengintegrasikan nilai budaya, sejarah, dan kearifan lokal sekitar, dalam narasi edukasi museum untuk memperkaya pengalaman pengunjung. 3. Mengembangkan jejaring dengan lembaga riset, pendidikan, pemerintah, komunitas, dan museum lainnya untuk mendukung pengelolaan dan pengembangan museum.
Lokasi Museum
kabupaten bantul, di yogyakarta
Jadwal Kunjungan
museum gumuk pasir
| Senin | 09:00 - 15:00 Buka | Rp. 0 |
| Selasa | 09:00 - 15:00 Buka | Rp. 0 |
| Rabu | 09:00 - 15:00 Buka | Rp. 0 |
| Kamis | 09:00 - 15:00 Buka | Rp. 0 |
| Jumat | 09:00 - 15:00 Buka | Rp. 0 |
| Sabtu | 07:00 - 07:00 Tutup | Rp. 0 |
| Minggu | 07:00 - 07:00 Tutup | Rp. 0 |
| Tanggal Merah | 07:00 - 07:00 Tutup | Rp. 0 |