Wayang Kulit Puntadewa
uptd museum negeri sumatera selatan
Deskripsi
Wayang kulit versi Bali ini menggambarkan tokoh Puntadewa atau Yudistira, putra sulung Pandawa dalam Mahabharata. Wayang dibuat dari kulit yang ditatah (diukir) dan disungging (diberi warna), dengan bambu sebagai tulang penyangga serta benang sebagai penghubung sendi tangan. Ujung penyangga diruncingkan agar dapat ditancapkan pada gedebog (batang pisang) saat pertunjukan. Badan, wajah, tangan, dan kaki berwarna putih, melambangkan kesucian dan sifat adil. Kepala dihiasi kuluk (mahkota) berwarna hitam dan kuning keemasan, sementara telinga memakai sumping berwarna kuning keemasan, ungu, putih, kuning, dan oranye. Busana berupa celana, dengan hiasan pinggang, bermotif geometris, berwarna kuning keemasan, hijau, putih, ungu, hitam, kuning, dan merah. Sebagai raja Amarta, Puntadewa dipandang sebagai simbol kebijaksanaan, kejujuran, dan keteguhan dalam dharma. Kehadirannya dalam pertunjukan wayang menegaskan nilai moralitas dan keteladanan dalam budaya Bali maupun tradisi wayang Nusantara. Panjang 54 cm dan lebar 16,5 cm.
Sejarah
-
Nomor inventarisasi :
09.01
Nomor Registrasi :
1719
Tempat Pembuatan :
-
Status Cagar Budaya :
-
Klasifikasi :
Seni Rupa
Kondisi Koleksi :
Utuh
Tanggal Registrasi:
$koleksi['Profile'][0]->tgl_registrasi
Cara Perolehan:
Hibah
Keaslian:
Asli
Nama Museum :
Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:
16.71.U.03.0018
Alamat Museum:
Jl. Srijaya I, No. 288 KM. 5,5