Wayang Beber
museum panji
Deskripsi
Wayang beber gaya Pacitan adalah salah satu wayang tertua yang langka, diwariskan turun temurun kini dilestarikan oleh keturunan Ki Nolodermo di Pacitan. Wayang ini menyajikan lukisan gulungan di atas kertas atau kain yang dibentangkan (beber) saat pertunjukan. Cerita utamanya adalah Kisah Panji seperti lakon Panji Asmorobangun dan Dewi Sekartaji (Galuh Candrakirana), serta Joko Kembang Kuning. Satu lakon terdiri dari enam gulungan, dengan masing-masing gulungan memuat empat adegan (jagong). Penggambaran tokohnya unik, dengan mata tokoh terlihat jelas, berbeda dengan wayang kulit. Pertunjukan sakral ini diiringi gamelan sederhana dan sering digunakan untuk ritual ruwatan. Wayang Beber Panji Gaya Panji koleksi Museum Panji ditedhak oleh Kasunanan Surakarta. Cirinya adalah berwarna hijau dan berbeda dengan aslinya. Wayang beber ini dibuat oleh Dono Atmo Supomo yang merupakan keturunan juru gambar Kasunanan Surakarta.
Sejarah
Dimulai pada masa Kerajaan Jenggala sekitar abad 12, di mana gambar-gambar cerita dipentaskan dengan dibeberkan dari lembaran daun siwalan atau lontar. seiring waktu bahan berubah menjadi kertas dari kayu, dan pada masa Majapahit tongkat kayu ditambahkan di ujungnya untuk memeudahkan pementasan. Wayang beber terus berkembang hingga era kerajaan Islam dan menjadi cikal bakal wayang kulit dengan modifikasi yang dilakukan oleh Wali Songo agar sesuai dengan ajaran Islam.
Nomor inventarisasi :
016/17/MP/2017
Nomor Registrasi :
016/MusPanji
Tempat Pembuatan :
Pacitan
Status Cagar Budaya :
Bukan Cagar Budaya
Klasifikasi :
Historika
Kondisi Koleksi :
Utuh
Tanggal Registrasi:
14 Feb 2022
Cara Perolehan:
Hibah
Keaslian:
Asli
Nama Museum :
Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:
35.07.K.06.0286
Alamat Museum:
Jl. Ringin Anom