Uang kertas Rp 100
museum rumah adat nan baanjuang
Deskripsi
DESKRIPSI/URAIAN Uang diciptakan untuk mempermudah urusan jual beli dalam perdagangan oleh sebab itu uang termasuk kebutuhan pokok manusia, dengan uang sesuatu dapat dibeli. Ada uang yang terbuat dari bahan kertas dan ada juga dari logam baik itu emas, perak maupun tembaga. Uang selain sebagai alat pembayaran juga berfungsi menjembatani dalam memperkenalkan potensi/kekayaan alam dan keragaman budaya negeri kita hal ini terlihat dari gambar-gambar yang menghiasi mata uang tersebut. Salah satu koleksi mata uang kertas yang dimiliki oleh Museum Baanjuang Bukittinggi adalah uang kertas bernilai nominal Rp. 100,- berbentuk empat persegi panjang warna dasar krem, hiasan warna abu-abu bagian depan dan bagian sisi belakang warna coklat. Sisi muka/depan sekeliling pinggirnya di bingkai/dihiasi dengan motif flora/kaluak, motif geometris dan bagian tengah bawah terdapat tulisan bahasa Jepang tidak jelas karena sobek dan kabur. Bagian tengah terdapat tulisan PEMERINTAH DAI NIPPON, SERATOES ROEPIAH dan dilatar belakangi dengan gambar pemandangan ada kebun sawit. Sedangkan sisi kiri dan kanan terdapat tulisan SO dan di tenghnya angka 100. Keempat sisi sudutnya dari uang kertas ini terdapat tulisan angka 100. Bagian belakang di bagian tengahnya terdapat seorang laki-laki membawa kerbau 2 ekor dan pada sisi kiri dan kanan serta keempat sisi dari uang kertas ini terdapat tulisan angka 100. Tidak dapat diketahui kapan dicetak/disyahkannya uang ini karena tahun cetaknya tidak ada juga no seri dari uang kertas ini. Namun diperkirakan uang ini beredar pada masa penjajahan Jepang di Indonesia. Kondisi dari uang ini using dan bagian pinggirnya ada yang robek karena sudah di makan usia, .
Sejarah
DESKRIPSI/URAIAN Uang diciptakan untuk mempermudah urusan jual beli dalam perdagangan oleh sebab itu uang termasuk kebutuhan pokok manusia, dengan uang sesuatu dapat dibeli. Ada uang yang terbuat dari bahan kertas dan ada juga dari logam baik itu emas, perak maupun tembaga. Uang selain sebagai alat pembayaran juga berfungsi menjembatani dalam memperkenalkan potensi/kekayaan alam dan keragaman budaya negeri kita hal ini terlihat dari gambar-gambar yang menghiasi mata uang tersebut. Salah satu koleksi mata uang kertas yang dimiliki oleh Museum Baanjuang Bukittinggi adalah uang kertas bernilai nominal Rp. 100,- berbentuk empat persegi panjang warna dasar krem, hiasan warna abu-abu bagian depan dan bagian sisi belakang warna coklat. Sisi muka/depan sekeliling pinggirnya di bingkai/dihiasi dengan motif flora/kaluak, motif geometris dan bagian tengah bawah terdapat tulisan bahasa Jepang tidak jelas karena sobek dan kabur. Bagian tengah terdapat tulisan PEMERINTAH DAI NIPPON, SERATOES ROEPIAH dan dilatar belakangi dengan gambar pemandangan ada kebun sawit. Sedangkan sisi kiri dan kanan terdapat tulisan SO dan di tenghnya angka 100. Keempat sisi sudutnya dari uang kertas ini terdapat tulisan angka 100. Bagian belakang di bagian tengahnya terdapat seorang laki-laki membawa kerbau 2 ekor dan pada sisi kiri dan kanan serta keempat sisi dari uang kertas ini terdapat tulisan angka 100. Tidak dapat diketahui kapan dicetak/disyahkannya uang ini karena tahun cetaknya tidak ada juga no seri dari uang kertas ini. Namun diperkirakan uang ini beredar pada masa penjajahan Jepang di Indonesia. Kondisi dari uang ini using dan bagian pinggirnya ada yang robek karena sudah di makan usia, .
Nomor inventarisasi :
06.36
Nomor Registrasi :
156
Tempat Pembuatan :
-
Status Cagar Budaya :
Bukan Cagar Budaya
Klasifikasi :
Numismatika
Kondisi Koleksi :
Tidak Utuh
Tanggal Registrasi:
$koleksi['Profile'][0]->tgl_registrasi
Cara Perolehan:
-
Keaslian:
Asli
Nama Museum :
Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:
13.75.U.05.0009
Alamat Museum:
Jl. Cindua Mato No. 10