Uang kertas Rp 100.-
museum rumah adat nan baanjuang
Deskripsi
Uang diciptakan untuk mempermudah urusan jual beli dalam perdagangan oleh sebab itu uang termasuk kebutuhan pokok manusia, dengan uang sesuatu dapat dibeli. Ada uang yang terbuat dari bahan kertas dan ada juga dari logam baik itu emas, perak maupun tembaga. Uang selain sebagai alat pembayaran juga berfungsi menjembatani dalam memperkenalkan potensi/kekayaan alam dan keragaman budaya negeri kita hal ini terlihat dari gambar-gambar yang menghiasi mata uang tersebut. Salah satu koleksi mata uang kertas yang dimiliki oleh Museum Baanjuang Bukittinggi adalah uang kertas bernilai nominal Rp. 100,- berbentuk empat persegi panjang warna dasar putih, hiasan warna merah, warna hitam dan coklat. Sisi muka/depan sebelah kiri terdapat gambar seorang laki-laki sedang menakik getah dikebun karet, bagian tengah terdapat tulisan BANK INDONESIA, SERATUS RUPIAH, tahun 1958, TANDA TANGAN Gubernur, tanda tangan Direktur. Sedangkan sisi kanannya terdapat hiasan motif lingkaran dikelilinggi dengan motif geometris, motif gelombang dan motif swastika. Pad sudut kiri atas dan sudut kanan bawah terdapat tulisan angka 100. Bagian belakang sisi kiri terdapat gambar lingkaran berlekuk 8, motif geometris dan bagian tengah berbentuk sebuah bingkai lukisan yang mana dalam bingkai ini terdapat gambar rumah yang disampingnya ada tanaman pisang dan pohon kayu yang rimbun. Sedangkan bagian sisi kanannya terdapat motif swastika, motif geometris. Pada bagian sudut sisi kiri atas dan sudut sisi kanan bawah terdapat tulisan angka 100. Kemudian no seri dari mata uang ini terletak pada bagian sisi kiri atas dan sisi kanan atas dengan no seri BDK014185. Uang ini sah berlakunnya sejak dicetaknya tahun 1958 dan sekarang tidak berlaku lagi.
Sejarah
Uang diciptakan untuk mempermudah urusan jual beli dalam perdagangan oleh sebab itu uang termasuk kebutuhan pokok manusia, dengan uang sesuatu dapat dibeli. Ada uang yang terbuat dari bahan kertas dan ada juga dari logam baik itu emas, perak maupun tembaga. Uang selain sebagai alat pembayaran juga berfungsi menjembatani dalam memperkenalkan potensi/kekayaan alam dan keragaman budaya negeri kita hal ini terlihat dari gambar-gambar yang menghiasi mata uang tersebut. Salah satu koleksi mata uang kertas yang dimiliki oleh Museum Baanjuang Bukittinggi adalah uang kertas bernilai nominal Rp. 100,- berbentuk empat persegi panjang warna dasar putih, hiasan warna merah, warna hitam dan coklat. Sisi muka/depan sebelah kiri terdapat gambar seorang laki-laki sedang menakik getah dikebun karet, bagian tengah terdapat tulisan BANK INDONESIA, SERATUS RUPIAH, tahun 1958, TANDA TANGAN Gubernur, tanda tangan Direktur. Sedangkan sisi kanannya terdapat hiasan motif lingkaran dikelilinggi dengan motif geometris, motif gelombang dan motif swastika. Pad sudut kiri atas dan sudut kanan bawah terdapat tulisan angka 100. Bagian belakang sisi kiri terdapat gambar lingkaran berlekuk 8, motif geometris dan bagian tengah berbentuk sebuah bingkai lukisan yang mana dalam bingkai ini terdapat gambar rumah yang disampingnya ada tanaman pisang dan pohon kayu yang rimbun. Sedangkan bagian sisi kanannya terdapat motif swastika, motif geometris. Pada bagian sudut sisi kiri atas dan sudut sisi kanan bawah terdapat tulisan angka 100. Kemudian no seri dari mata uang ini terletak pada bagian sisi kiri atas dan sisi kanan atas dengan no seri BDK014185. Uang ini sah berlakunnya sejak dicetaknya tahun 1958 dan sekarang tidak berlaku lagi.
Nomor inventarisasi :
06.27
Nomor Registrasi :
147
Tempat Pembuatan :
-
Status Cagar Budaya :
Bukan Cagar Budaya
Klasifikasi :
Numismatika
Kondisi Koleksi :
Utuh
Tanggal Registrasi:
$koleksi['Profile'][0]->tgl_registrasi
Cara Perolehan:
-
Keaslian:
Asli
Nama Museum :
Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:
13.75.U.05.0009
Alamat Museum:
Jl. Cindua Mato No. 10