Uang kertas 100 .-

museum rumah adat nan baanjuang

Deskripsi

Uang diciptakan untuk mempermudah urusan jual beli dalam perdagangan oleh sebab itu uang termasuk kebutuhan pokok manusia, dengan uang sesuatu dapat dibeli. Ada uang yang terbuat dari bahan kertas dan ada juga dari logam baik itu emas, perak maupun tembaga. Uang selain sebagai alat pembayaran juga berfungsi menjembatani dalam memperkenalkan potensi/kekayaan alam dan keragaman budaya negeri kita hal ini terlihat dari gambar-gambar yang menghiasi mata uang tersebut. Salah satu koleksi mata uang kertas yang dimiliki oleh Museum Baanjuang Bukittinggi adalah uang kertas bernilai nominal Rp. 100,- berbentuk empat persegi panjang warna dasar putih, hiasan warna, coklat. Sisi muka/depan sebelah kiri terdapat gambar baronsai sedang duduk, bagian tengah terdapat tulisan BANK INDONESIA, SERIBU RUPIAH, tanda tangan Direktur dan tanda tangan Gubernur. Sedangkan bagian tengah bawahnya terdapat tahun cetak dari uang ini tulisannya kabur/rusak bekas robek hingga memutih, namun diperkirakan tahun 1952. Pada bagian sudut kiri atas dan sudut kanan atas terdapat tulisan angka 100. Bagian sisi kanan terdapat gambar pahlawan Nasional yaitu Pangeran Diponegoro. Bagian belakang warna dasar putih hiasan warna biru dan coklat. Pada bagian keempat sisi mata uanga kertas ini pinggirnya dihiasi motif geometris. Bagian tengah terdapat 2 ekor burung merak saling berhadapan, dan pada sisis kiri dan kanan terdapat motif bunga matahari. Pada sisi kiri bawah dan sisi kanan bawah terdapat tulisan angka 100. No seri dari mata uang kertas ini terletak pada bagian sisi kiri atas dan sisi kanan atas dengan no.seri TVS046529.

Sejarah

Uang diciptakan untuk mempermudah urusan jual beli dalam perdagangan oleh sebab itu uang termasuk kebutuhan pokok manusia, dengan uang sesuatu dapat dibeli. Ada uang yang terbuat dari bahan kertas dan ada juga dari logam baik itu emas, perak maupun tembaga. Uang selain sebagai alat pembayaran juga berfungsi menjembatani dalam memperkenalkan potensi/kekayaan alam dan keragaman budaya negeri kita hal ini terlihat dari gambar-gambar yang menghiasi mata uang tersebut. Salah satu koleksi mata uang kertas yang dimiliki oleh Museum Baanjuang Bukittinggi adalah uang kertas bernilai nominal Rp. 100,- berbentuk empat persegi panjang warna dasar putih, hiasan warna, coklat. Sisi muka/depan sebelah kiri terdapat gambar baronsai sedang duduk, bagian tengah terdapat tulisan BANK INDONESIA, SERIBU RUPIAH, tanda tangan Direktur dan tanda tangan Gubernur. Sedangkan bagian tengah bawahnya terdapat tahun cetak dari uang ini tulisannya kabur/rusak bekas robek hingga memutih, namun diperkirakan tahun 1952. Pada bagian sudut kiri atas dan sudut kanan atas terdapat tulisan angka 100. Bagian sisi kanan terdapat gambar pahlawan Nasional yaitu Pangeran Diponegoro. Bagian belakang warna dasar putih hiasan warna biru dan coklat. Pada bagian keempat sisi mata uanga kertas ini pinggirnya dihiasi motif geometris. Bagian tengah terdapat 2 ekor burung merak saling berhadapan, dan pada sisis kiri dan kanan terdapat motif bunga matahari. Pada sisi kiri bawah dan sisi kanan bawah terdapat tulisan angka 100. No seri dari mata uang kertas ini terletak pada bagian sisi kiri atas dan sisi kanan atas dengan no.seri TVS046529.

Nomor inventarisasi :

06.40

Nomor Registrasi :

160

Tempat Pembuatan :

-

Status Cagar Budaya :

Bukan Cagar Budaya

Klasifikasi :

Numismatika

Kondisi Koleksi :

Tidak Utuh

Tanggal Registrasi:

$koleksi['Profile'][0]->tgl_registrasi

Cara Perolehan:

-

Keaslian:

Asli

Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:

13.75.U.05.0009

Alamat Museum:

Jl. Cindua Mato No. 10

Galeri

Testimoni