Tongkat

museum rumah adat nan baanjuang

Deskripsi

Pada umumnya tongkat terbuat dari kayu dengan beragam bentuk dan hiasannya. Ada tongkat yang terbuat dari kayu jati, kayu ulin, kayu ruyung, rengas dsb. Bentuknya ada yang lurus saja ada yang bentuk ular, dan ada juga yang memiliki tangkai berbentuk kepala ular atau kepala burung ada juga yang dihiasi dengan batu permata, gading dan perak berukir bahkan ada yang berisi senjata didalamnya. Secara tradisional tongkat dibuat dengan manual memakai peralatan yang sederhana seperti gergaji, pisau, pahat, kapak, katam, bor dsb. Tongkat ini terbuat dari kayu yang keras/ruyung dan kuat, bentuk bulat panjang panjang , bagian bawah lebih kecil, semakin ke atas lebih besar, tangkai melengkung yang berfungsi sebagai pemegangnya. Pada bagian ujung tongkat agak meruncing dan terdapat 3 dan 2 motif garis melingkar. Tongkat ini diberi cat pernis sehingga mengkilat. Tongkat ini dipakai oleh penghulu sebagai kelengkapan pakaian kebesaran penghulu saat mengikuti acara-acara adat di Minangkabau Pada hakekatnya tongkat adalah untuk komando anak kemenakan, dan setiap keputusan yang telah dibuat atau peraturan yang telah ditetapka harus dipertahankan dan ditegakan dengan penuh wibawa.

Sejarah

Pada umumnya tongkat terbuat dari kayu dengan beragam bentuk dan hiasannya. Ada tongkat yang terbuat dari kayu jati, kayu ulin, kayu ruyung, rengas dsb. Bentuknya ada yang lurus saja ada yang bentuk ular, dan ada juga yang memiliki tangkai berbentuk kepala ular atau kepala burung ada juga yang dihiasi dengan batu permata, gading dan perak berukir bahkan ada yang berisi senjata didalamnya. Secara tradisional tongkat dibuat dengan manual memakai peralatan yang sederhana seperti gergaji, pisau, pahat, kapak, katam, bor dsb. Tongkat ini terbuat dari kayu yang keras/ruyung dan kuat, bentuk bulat panjang panjang , bagian bawah lebih kecil, semakin ke atas lebih besar, tangkai melengkung yang berfungsi sebagai pemegangnya. Pada bagian ujung tongkat agak meruncing dan terdapat 3 dan 2 motif garis melingkar. Tongkat ini diberi cat pernis sehingga mengkilat. Tongkat ini dipakai oleh penghulu sebagai kelengkapan pakaian kebesaran penghulu saat mengikuti acara-acara adat di Minangkabau Pada hakekatnya tongkat adalah untuk komando anak kemenakan, dan setiap keputusan yang telah dibuat atau peraturan yang telah ditetapka harus dipertahankan dan ditegakan dengan penuh wibawa.

Nomor inventarisasi :

03.130

Nomor Registrasi :

199

Tempat Pembuatan :

Kota Bukittinggi

Status Cagar Budaya :

Bukan Cagar Budaya

Klasifikasi :

Etnografika

Kondisi Koleksi :

Utuh

Tanggal Registrasi:

24 Apr 2025

Cara Perolehan:

Pembelian

Keaslian:

Asli

Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:

13.75.U.05.0009

Alamat Museum:

Jl. Cindua Mato No. 10

Galeri

Testimoni