Tifa
museum asmat
Deskripsi
Tifa merupakan alat musik yang sangat penting bagi Suku Asmat. Oleh tabuhan tifa-lah patung – patung Fumeripit ( nenek moyang Suku Asmat ) berubah menjadi manusia. Itulah sebabnya,orang Asmat sering menggunakan Tifa untuk mengiringi tarian tradisional.Tifa mirip dengan alat musik gendang yang dimainkan dengan cara dipukul. Alat musik ini terbuat dari sebatang kayu yang dikosongkan atau dihilangkan isinya .Salah satu sisi ujungnya ditutup dengan kulit biawak yang telah dikeringkan untuk menghasikan suara yang bagus dan indah. Biasanya,Tifa diukir dengan motif figure nenek moyang. Setiap suku di Maluku dan Papua memiliki tifa dengan cirri khasnya masing – masing.
Sejarah
Museum Asmat dibangun atas Prakarsa Ibu Tien Soeharto setelah melihat Pameran Produksi Indonesia di Silang Monas pada tahun 1985. Sebagai bentuk dukungan atas Prakarsa tersebut, Bapak Ginanjar Kartasasmita mengumpulkan barang-barang kerajinan Asmat yang belum terjual di Pameran Produksi Indonesia dan menyerahkan barang-barang tersebut kepada Ibu Tien Soeharto sebagai koleksi pertama Museum Asmat. Koleksi lainnya adalah sumbangan dari Bapak Ginandjar Kartasasmita, Bapak Basuki Slamet dan lain-lain serta kemudian dilengkapi oleh Ibu Tien Soeharto dan beberapa sumbangan dari Irian Jaya.
Nomor inventarisasi :
MA.308.111
Nomor Registrasi :
371
Tempat Pembuatan :
-
Status Cagar Budaya :
Bukan Cagar Budaya
Klasifikasi :
Etnografika
Kondisi Koleksi :
Tidak Utuh
Tanggal Registrasi:
$koleksi['Profile'][0]->tgl_registrasi
Cara Perolehan:
Hibah
Keaslian:
Asli
Nama Museum :
Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:
31.75.K.06.0096
Alamat Museum:
RT.7/RW.2, Ceger, Kec. Cipayung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13820