Tempolong
museum rumah adat nan baanjuang
Deskripsi
makan sirih sudah menjadi tradisi bagi masyarakat kita di Nusantara. Pada umumnya yang makan sirih ini adalah orang dewasa, tetapi saat ini tradisi makan sirih semakin kurang. Untuk meletakan sirih pinang selengkapnya ada wadahnya yang terbuat dari kuningan, anyaman, kayu, kain dsb. Seperangkat peralatan makan sirih ini terdiri dari tempat sirih, kapuran, kacik, tumbuk sirih dan tempolong. Tempolong merupakan salah satu kelengkapan makan sirih, terbuat dari kuningan. Badan bulat leher agak tinggi dan mulut lebar, polos dan mengkilat. Pada sisi badan dan bibir terdapat tangkai sebagai pegangan. Sirih yang sudah dilengkapi dengan sadah, gambir dan pinang kemudian dikunyah dan akan mengeluarkan air yang berwarna merah. Air sirih ini tidak dibuang sembarangan maka ditampung dalam wadah yang disebut tempolong
Sejarah
makan sirih sudah menjadi tradisi bagi masyarakat kita di Nusantara. Pada umumnya yang makan sirih ini adalah orang dewasa, tetapi saat ini tradisi makan sirih semakin kurang. Untuk meletakan sirih pinang selengkapnya ada wadahnya yang terbuat dari kuningan, anyaman, kayu, kain dsb. Seperangkat peralatan makan sirih ini terdiri dari tempat sirih, kapuran, kacik, tumbuk sirih dan tempolong. Tempolong merupakan salah satu kelengkapan makan sirih, terbuat dari kuningan. Badan bulat leher agak tinggi dan mulut lebar, polos dan mengkilat. Pada sisi badan dan bibir terdapat tangkai sebagai pegangan. Sirih yang sudah dilengkapi dengan sadah, gambir dan pinang kemudian dikunyah dan akan mengeluarkan air yang berwarna merah. Air sirih ini tidak dibuang sembarangan maka ditampung dalam wadah yang disebut tempolong
Nomor inventarisasi :
03.16
Nomor Registrasi :
16
Tempat Pembuatan :
Kota Bukittinggi
Status Cagar Budaya :
Bukan Cagar Budaya
Klasifikasi :
Etnografika
Kondisi Koleksi :
Utuh
Tanggal Registrasi:
24 Apr 2025
Cara Perolehan:
Pembelian
Keaslian:
Asli
Nama Museum :
Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:
13.75.U.05.0009
Alamat Museum:
Jl. Cindua Mato No. 10