Teko

museum budaya kota pariaman

Deskripsi

Berbahan logam yang dilapisi enamel. Bermotif corak blirik hijau putih, motif cipratan cat acak yang khas peralatan dapur enamel klasik di Indonesia. Tutup dapat dilepas dengan knop bulat di atasnya untuk memudahkan membuka. Cerat panjang berfungsi untuk menuangkan cairan seperti teh atau kopi. Pegangan berbentuk lengkung. Bagian dalam berwarna putih polos. Memiliki label ‘Timbangan. Bagian tubuh lebih bulat dan tinggi, serta corong yang panjang. Pegangan melengkung lebih kokoh dan proporsional. Motif geometris garis dan lengkung melambangkan keselarasan dan keteraturan hidup. Melambangkan air dan kesejukan sesuai fungsi teko sebagai wadah air.

Sejarah

Teknik enamel berasal dari Eropa abad ke-18. Diadopsi di Asia, termasuk Indonesia. Pada awal abad ke-20 melalui pengaruh kolonial. Benda-benda enamel banyak diproduksi untuk keperluan rumah tangga karena tahan panas, tidak mudah bereaksi dengan bahan makanan atau minuman. Lebih ringan daripada tembikar atau keramik. Ekonomi dan tahan lama. Memiliki motif blirik. Kata blirik berasal dari bahasa Jawa, artinya bercak atau corak tidak beraturan. Motif ini menjadi ikon khas peralatan rumah tangga rakyat Indonesia, terutama di desa sejak tahun 1930an. Warna umum berupa hijau putih, biru putih, dan merah putih.

Nomor inventarisasi :

-

Nomor Registrasi :

22

Tempat Pembuatan :

-

Status Cagar Budaya :

Bukan Cagar Budaya

Klasifikasi :

Etnografika

Kondisi Koleksi :

Utuh

Tanggal Registrasi:

23 Jul 2025

Cara Perolehan:

Pembelian

Keaslian:

Asli

Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:

13.77.U.05.0375

Alamat Museum:

Jalan Syekh Burhanuddin, Kelurahan Karan Aur, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, Kode Pos 25513

Galeri

Testimoni