Teko

museum budaya kota pariaman

Deskripsi

Teko ini berbahan dasar porselen berglasir putih, yang berbentuk silindris dengan bagian bawah melebar, memiliki cerat yang tegak dan ramping. Pada bagian pegangan, terlihat kosong karena patah. Untuk dekorasi dari teko ini, terdapat gambar kereta kuda dengan kusir dan penumpang, yang gaya ini merupakan khas eropa Abad ke 18/19 M, dibuat dengan Teknik transfer print. Pada bagian bawa dari teko ini, terdapat cap produsen dengan merek “Wilson” di dalam bentuk oval, yang menandakan bahwa produk buatan jepang, pasca perang.

Sejarah

Produk keramik bermerek Wilson seperti ini, umumnya di produksi pada abad ke-20, yang Sebagian besar untuk pasar ekspor. Produk bermerek Wilson ini dibuat di Jepang pasca perang (1950-1970-an), sama dengan merek Nikura, yang sering menampilkan dekorasi bergaya Eropa untuk memenuhi selera pasar Barat. Motif kereta kuda seperti ini, populer sejak abad ke-19 di inggris, yang melambangkan kehidupan pedesaan klasik. Hal tersebut menunjukan tren globalisasi keramik Jepang yang meniru estetika Barat untuk pasar Internasional. Teko keramik ini berfungsi sebagai wadah penyaji the atau kopi. Selain fungsi praktis, teko ini juga sering dugunakan sebagai barang hiasan rumah tangga karena dekorasinya yang memiliki nilai estetika.

Nomor inventarisasi :

-

Nomor Registrasi :

16

Tempat Pembuatan :

-

Status Cagar Budaya :

Bukan Cagar Budaya

Klasifikasi :

Keramologika

Kondisi Koleksi :

Tidak Utuh

Tanggal Registrasi:

22 Jul 2025

Cara Perolehan:

Hibah

Keaslian:

Asli

Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:

13.77.U.05.0375

Alamat Museum:

Jalan Syekh Burhanuddin, Kelurahan Karan Aur, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, Kode Pos 25513

Galeri

Testimoni