Tas Senjata TKR

monumen perjuangan rakyat jawa barat

Deskripsi

Sabuk senjata TKR adalah perlengkapan praktis dan sederhana, dirancang lebih untuk kebutuhan medan tempur daripada standar militer formal, sesuai dengan realitas perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Sejarah

Sabuk senjata Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada masa awal kemerdekaan Indonesia (sekitar 1945–1947) memiliki ciri yang sederhana, fungsional, dan tidak seragam, sesuai dengan kondisi perjuangan saat itu. Berikut deskripsinya: Bahan Umumnya terbuat dari kain kanvas tebal atau kulit sederhana. Banyak sabuk merupakan hasil rampasan, sisa perlengkapan Jepang atau Belanda, atau buatan lokal. Warna Warna yang umum digunakan: 1. Khaki 2. Cokelat 3. Hijau kusam 4. Hitam Warna sering tampak pudar karena pemakaian berat dan usia. Bentuk dan ukuran Sabuk berbentuk tali pinggang lebar agar kuat menahan beban. Panjangnya bisa disesuaikan dengan pengait atau gesper sederhana. Gesper Menggunakan gesper logam sederhana, biasanya tanpa lambang resmi. Ada juga yang memakai pengait besi atau sistem ikat manual. Fungsi Menahan dan menggantung senjata api, sarung pistol, atau tas amunisi. Menjadi tempat melekatnya perlengkapan lain seperti pisau, granat, atau tas perbekalan kecil. Cara pemakaian Dipakai di pinggang, kadang dikombinasikan dengan tali sandang (shoulder strap) agar beban senjata lebih seimbang. Tidak selalu rapi atau seragam antar prajurit. Makna Sabuk senjata TKR bukan hanya perlengkapan tempur, tetapi simbol kesiapsiagaan dan perlawanan. Mencerminkan karakter tentara rakyat yang berjuang dengan perlengkapan terbatas namun semangat tinggi.

Nomor inventarisasi :

B.005.1.9

Nomor Registrasi :

15.1.1.09

Tempat Pembuatan :

-

Status Cagar Budaya :

-

Klasifikasi :

Historika

Kondisi Koleksi :

Utuh

Tanggal Registrasi:

6 May 2024

Cara Perolehan:

Pembelian

Keaslian:

Replika

Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:

32.73.K.03.0031

Alamat Museum:

Jalan Dipati Ukur No. 48, Lebak Gede, Coblong, Bandung, Jawa Barat

Galeri

Testimoni