Tak tontong

museum rumah adat nan baanjuang

Deskripsi

Tak tontong merupakan alat pertanian tradisional yang digunakan sebagai penanda bahwa ada hewan yang mendekati area persawahan. Alat ini berbentuk tabung memanjang yang terbuat dari ruas bambu, dengan kedua ujungnya tertutup mengikuti bentuk batang. Permukaannya berwarna cokelat kekuningan mengkilap. Serat bambu terlihat jelas memanjang sejajar pada tubuh tabung, disertai guratan halus dan noda gelap yang tersebar. Pada salah satu ujung terdapat lubang kecil yang terikat dengan tali tipis berwarna hitam. Sementara itu, ujung lainnya terlihat lebih tebal dengan lingkaran batas ruas bambu yang masih utuh. Pada bagian badan, tampak celah memanjang yang dibuat secara sengaja, membentuk bukaan sempit di sepanjang sisi tabung. Di sekelilingnya terlihat beberapa potongan atau sisipan kecil yang tampak seperti penambal atau penguat, dengan warna yang sedikit berbeda dari bambu utama. Bagian ini menunjukkan adanya konstruksi tambahan hasil pengerjaan tangan. Permukaan tak tontong memperlihatkan kombinasi antara bagian yang halus dan bagian yang mulai retak halus, terutama di area dekat celah. Warna bambu bervariasi dari cokelat muda hingga cokelat tua, dengan bercak kehitaman yang menandai usia dan penggunaan. Secara keseluruhan, bentuknya sederhana namun memanjang dan silindris, dengan detail celah yang menjadi ciri khas, memperlihatkan sebagai alat yang digunakan dalam aktivitas menjaga area pertanian dari gangguan hewan seperti burung.

Sejarah

Tak tontong merupakan alat pertanian tradisional yang digunakan sebagai penanda bahwa ada hewan yang mendekati area persawahan. Alat ini berbentuk tabung memanjang yang terbuat dari ruas bambu, dengan kedua ujungnya tertutup mengikuti bentuk batang. Permukaannya berwarna cokelat kekuningan mengkilap. Serat bambu terlihat jelas memanjang sejajar pada tubuh tabung, disertai guratan halus dan noda gelap yang tersebar. Pada salah satu ujung terdapat lubang kecil yang terikat dengan tali tipis berwarna hitam. Sementara itu, ujung lainnya terlihat lebih tebal dengan lingkaran batas ruas bambu yang masih utuh. Pada bagian badan, tampak celah memanjang yang dibuat secara sengaja, membentuk bukaan sempit di sepanjang sisi tabung. Di sekelilingnya terlihat beberapa potongan atau sisipan kecil yang tampak seperti penambal atau penguat, dengan warna yang sedikit berbeda dari bambu utama. Bagian ini menunjukkan adanya konstruksi tambahan hasil pengerjaan tangan. Permukaan tak tontong memperlihatkan kombinasi antara bagian yang halus dan bagian yang mulai retak halus, terutama di area dekat celah. Warna bambu bervariasi dari cokelat muda hingga cokelat tua, dengan bercak kehitaman yang menandai usia dan penggunaan. Secara keseluruhan, bentuknya sederhana namun memanjang dan silindris, dengan detail celah yang menjadi ciri khas, memperlihatkan sebagai alat yang digunakan dalam aktivitas menjaga area pertanian dari gangguan hewan seperti burung.

Nomor inventarisasi :

03.214

Nomor Registrasi :

333

Tempat Pembuatan :

-

Status Cagar Budaya :

Bukan Cagar Budaya

Klasifikasi :

Etnografika

Kondisi Koleksi :

Utuh

Tanggal Registrasi:

26 Apr 2026

Cara Perolehan:

Pembelian

Keaslian:

Asli

Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:

13.75.U.05.0009

Alamat Museum:

Jl. Cindua Mato No. 10

Galeri

Testimoni