Sisamping

museum rumah adat nan baanjuang

Deskripsi

Sulaman benang emas merupakan tradisi yang masih berkembang saat ini, pada umumnya dikerjakan oleh kaum perempuan. Kain yang akan disulam terlebih dilukis/digambar kemudian direntang di pamedangan dan disulam menggunakan penjahit dan benang emas mengikuti gambar yang telah dibuat di atas kain. Salah satu hasil sulaman tersebut adalah sisamping terbuat dari bahan beludru warna merah dengan hiasan sulaman benang emas motif kaluak. Sisamping jenis ini termasuk model baru karena biasanya terbuat dari songket, dipakaian sebagai Sisamping merupakan bagian dari kelengkapan pakaian penghulu atau penganten laki-laki di Bukittinggi.

Sejarah

Sulaman benang emas merupakan tradisi yang masih berkembang saat ini, pada umumnya dikerjakan oleh kaum perempuan. Kain yang akan disulam terlebih dilukis/digambar kemudian direntang di pamedangan dan disulam menggunakan penjahit dan benang emas mengikuti gambar yang telah dibuat di atas kain. Salah satu hasil sulaman tersebut adalah sisamping terbuat dari bahan beludru warna merah dengan hiasan sulaman benang emas motif kaluak. Sisamping jenis ini termasuk model baru karena biasanya terbuat dari songket, dipakaian sebagai Sisamping merupakan bagian dari kelengkapan pakaian penghulu atau penganten laki-laki di Bukittinggi.

Nomor inventarisasi :

03. 58

Nomor Registrasi :

62

Tempat Pembuatan :

Kota Bukittinggi

Status Cagar Budaya :

Bukan Cagar Budaya

Klasifikasi :

Etnografika

Kondisi Koleksi :

Tidak Utuh

Tanggal Registrasi:

$koleksi['Profile'][0]->tgl_registrasi

Cara Perolehan:

Pembelian

Keaslian:

Asli

Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:

13.75.U.05.0009

Alamat Museum:

Jl. Cindua Mato No. 10

Galeri

Testimoni