Sisamping

museum rumah adat nan baanjuang

Deskripsi

Penghulu di minangkabau orang yang disegani oleh kaumnya karena tugas dan fungsinya mengayomi kaumnya dalam berbagai persoalan yang terjadi di suatu nagari seperti acara alek nagari, agama, kematian, pendidikan, keamanan dll. Penghulu dibantu oleh dubalang yang bertugas mengatur keamanan dalam nagari. Didalam menjalankan tugasnya penghulu memakai pakaian kebesarannya seperti baju hitam, celana hitam, sisamping, ikat pinggang, saluak/deta, pending, keris, donsi, sandang batik tanah liek, uncang/karenteng, tongkat, sandal dan atribut-atribut lainnya berupa uncang/karenteng, dll. Diantaranya yaitu sisamping terbuat dari benang katun warna merah yang ditenun dengan benang emas. Berbentuk empat persegi panjang. Teknik pembuatannya secara tradisonal dengan menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM) disungkit dengan memasukan benang makau perak sekali jalan dengan tuuk 4,4. . Permukaan kain penuh dengan hiasan benang perak dengan motif saik galamai dan bagian belakang kain dilapisi dengan kain tetoron warna merah. Pemakaian sisamping setelah memakai baju dan celana kemudian diberi ikat pinggang, keris, donsi.

Sejarah

Penghulu di minangkabau orang yang disegani oleh kaumnya karena tugas dan fungsinya mengayomi kaumnya dalam berbagai persoalan yang terjadi di suatu nagari seperti acara alek nagari, agama, kematian, pendidikan, keamanan dll. Penghulu dibantu oleh dubalang yang bertugas mengatur keamanan dalam nagari. Didalam menjalankan tugasnya penghulu memakai pakaian kebesarannya seperti baju hitam, celana hitam, sisamping, ikat pinggang, saluak/deta, pending, keris, donsi, sandang batik tanah liek, uncang/karenteng, tongkat, sandal dan atribut-atribut lainnya berupa uncang/karenteng, dll. Diantaranya yaitu sisamping terbuat dari benang katun warna merah yang ditenun dengan benang emas. Berbentuk empat persegi panjang. Teknik pembuatannya secara tradisonal dengan menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM) disungkit dengan memasukan benang makau perak sekali jalan dengan tuuk 4,4. . Permukaan kain penuh dengan hiasan benang perak dengan motif saik galamai dan bagian belakang kain dilapisi dengan kain tetoron warna merah. Pemakaian sisamping setelah memakai baju dan celana kemudian diberi ikat pinggang, keris, donsi.

Nomor inventarisasi :

03.126

Nomor Registrasi :

195

Tempat Pembuatan :

Kota Bukittinggi

Status Cagar Budaya :

Bukan Cagar Budaya

Klasifikasi :

Etnografika

Kondisi Koleksi :

Utuh

Tanggal Registrasi:

24 Apr 2025

Cara Perolehan:

Pembelian

Keaslian:

Asli

Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:

13.75.U.05.0009

Alamat Museum:

Jl. Cindua Mato No. 10

Galeri

Testimoni