Sepeda antik 1

museum pendidikan nasional

Deskripsi

Sepeda antik dengan model depan lurus (biasanya digunakan untuk laki-laki), berwarna hitam, bertuliskan SIM HWA dan menggunakan tulisan China, terdapat lampu sepeda, kunci, bel, dan kondisi masih cukup baik.

Sejarah

Ciri khas dan penyebutan sepeda ontel umumnya memiliki ban berukuran 28 inci, bingkai yang kokoh dan sering disebut 'sepeda kebo' atau 'pit kebo' di Indonesia karena bentuknya yang gagah dan besar. Sepeda ontel masuk ke Indonesia pada awal abad ke 20 (sekitar tahun 1010-an) melalui kolonial Belanda, awalnya sebagai barang mewah dan simbol status sosial bagi bangsawan serta orang Eroppa di Indonesia. Popouler hingga tahun 1970-an. Berikut perkembangan sejarah sepeda ontel di Indonesia : - Masa penjajahan Belanda (awal abad ke-20) sepeda ini di import dari negara Belanda, sepeda ini digunakan oleh kalangan elit, misionaris, dan untuk patroli militer Belanda - Masa Jepang dan pasca kemerdekaan (1942-1960-an) sepeda Eropa sulit didapat, setelah merdeka, popularitasnya kembali meningkat sebagai moda transportasi harian, hingga muncul sepeda dari Inggris pada tahun 1950-an. - Masa pergeseran (1970-1990-an) sepeda ontel lebih sering ditemukan di pedesaan, diperkotaan menurun digantikan oleh sepeda motor. - Masa kebangkitan kembali (2000-sekarang) sepeda ontel bertransformasi dari sekedar alat transportasi menjadi barang antik, unik dan bernilai tinggi (koleksi). Tren ini memicu munculnya ratusan komunitas sepeda tua yang tergabung dalam komunitas sepeda tua Indonesia.

Nomor inventarisasi :

KO. A. 0393

Nomor Registrasi :

0505

Tempat Pembuatan :

-

Status Cagar Budaya :

Bukan Cagar Budaya

Klasifikasi :

Teknologi/Modern

Kondisi Koleksi :

Utuh

Tanggal Registrasi:

2 Feb 2016

Cara Perolehan:

Imbalan Jasa

Keaslian:

Asli

Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:

32.73.K.01.0233

Alamat Museum:

Jalan Dr. Setiabudhi No.229

Galeri

Testimoni