Sepatu TKR
monumen perjuangan rakyat jawa barat
Deskripsi
Sepatu yang digunakan TKR bersifat praktis, sederhana, dan beragam, menjadi cerminan nyata dari kondisi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada masa awal berdirinya tentara nasional.
Sejarah
Sepatu yang digunakan oleh Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada masa awal kemerdekaan Indonesia (sekitar 1945–1947) mencerminkan kondisi perjuangan yang serba terbatas dan tidak seragam. Berikut deskripsinya: Model sepatu Umumnya berupa sepatu lapangan sederhana atau sepatu bot. Banyak prajurit juga memakai sepatu bekas tentara Jepang (PETA/Heiho), sepatu KNIL, atau sepatu sipil yang dimodifikasi. Bahan Terbuat dari kulit kasar atau kulit sintetis sederhana. Ada juga yang menggunakan kanvas tebal, terutama bagi prajurit yang tidak mendapatkan sepatu militer. Warna Warna dominan hitam atau cokelat tua. Sepatu sering tampak kusam dan tidak seragam karena pemakaian berat di medan perang. Bentuk sol Sol relatif tebal dan keras, dibuat untuk medan berat seperti tanah, hutan, dan perbukitan. Beberapa sepatu memiliki paku kecil (hobnail) di bagian bawah untuk menambah daya cengkeram. Cara pemakaian Dipadukan dengan kaus kaki panjang. Dalam banyak kasus, prajurit memakai sepatu yang sudah aus, bahkan sandal atau bertelanjang kaki ketika sepatu tidak tersedia. Makna Sepatu TKR bukan simbol kerapian militer, melainkan ketahanan dan daya juang. Menunjukkan semangat tentara rakyat yang tetap bertempur meski dengan perlengkapan seadanya.
Nomor inventarisasi :
B.005.1.8
Nomor Registrasi :
15.1.1.08
Tempat Pembuatan :
-
Status Cagar Budaya :
-
Klasifikasi :
Historika
Kondisi Koleksi :
Utuh
Tanggal Registrasi:
6 May 2024
Cara Perolehan:
Pembelian
Keaslian:
Replika
Nama Museum :
Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:
32.73.K.03.0031
Alamat Museum:
Jalan Dipati Ukur No. 48, Lebak Gede, Coblong, Bandung, Jawa Barat