Selendang

museum rumah adat nan baanjuang

Deskripsi

Tenun songket Minangkabau pada umumnya dikerjakan oleh kaum perempuan dengan menggunakan seperangkat alat tenun tradisional secara manual (ATBM). Bahan dasarnya ada benang kapas, sutera dan benang ema atau perak. Melalui tangan tangan terampil, serta penuh kesabaran dan ketelitian dalam menenun menghasilkan kain songket yang rapi, dan bagus. Salendang ini bagian ujung sarat dengan hiasan songket benang emas bagian tengah warna ungu tua hiasan tabur, motif yang terdapat pada kain songket ini cukup banyak antara lain balah katupek, tumpal, saik galamai, ula gerang, kaluak. Bagian ujung salendang dihiasi renda benang emas. Salendang ini dapat juga dibuat tingkuluak sebagai tutup kepala wanita daerah Pitalah dan sekitarnya.

Sejarah

Tenun songket Minangkabau pada umumnya dikerjakan oleh kaum perempuan dengan menggunakan seperangkat alat tenun tradisional secara manual (ATBM). Bahan dasarnya ada benang kapas, sutera dan benang ema atau perak. Melalui tangan tangan terampil, serta penuh kesabaran dan ketelitian dalam menenun menghasilkan kain songket yang rapi, dan bagus. Salendang ini bagian ujung sarat dengan hiasan songket benang emas bagian tengah warna ungu tua hiasan tabur, motif yang terdapat pada kain songket ini cukup banyak antara lain balah katupek, tumpal, saik galamai, ula gerang, kaluak. Bagian ujung salendang dihiasi renda benang emas. Salendang ini dapat juga dibuat tingkuluak sebagai tutup kepala wanita daerah Pitalah dan sekitarnya.

Nomor inventarisasi :

03.52

Nomor Registrasi :

56

Tempat Pembuatan :

Pitalah

Status Cagar Budaya :

Bukan Cagar Budaya

Klasifikasi :

Etnografika

Kondisi Koleksi :

Tidak Utuh

Tanggal Registrasi:

$koleksi['Profile'][0]->tgl_registrasi

Cara Perolehan:

Pembelian

Keaslian:

Asli

Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:

13.75.U.05.0009

Alamat Museum:

Jl. Cindua Mato No. 10

Galeri

Testimoni