Selendang Balapak
museum rumah adat nan baanjuang
Deskripsi
Selendang/Salendang balapak ini hasil kerajinan daerah Koto Gadang merupakan salah satu kelengkapan pakaian pengantin wanita yang dipakai pada waktu upacara adat perkawinan di daerah Agam/Bukittingggi. Terbuat dari benang katun warna merah dan benang emas disungkit dengan menggunkan alat tenun secara tradisional memakai alat tenun bukan mesin (ATBM). Permukaan kain ini penuh dengan songketan benang emas hal ini disebut juga selendang ini dengan selendang balapak yang disungkit dengan benang emas dengan tuuk 4, 4 sekali jalan hingga rapat tenunanya. Ragam hias/motif pada bidang kain balah kacang gadang, belah ketupat, salapah-salapah, sajamba makan, motif gelombang, sedangkan kedua pinggir selendang motif atua bada diapit dengan motif batang pinang, pucuk rabuang diapit dengan motif batang pinang dan ular Gerang diapit dengan batang pinang. Bagian arah ke dua ujung selendang terdapat motif pohon hayat, pucuk rabuang, salapah-salapah, sajamba makan, belah ketupat, motif silang, motif tirai dll. Kedua ujung selendang pinggirnya diberi minsie dari benang emas dan jambulnya juga dari benang emas.
Sejarah
Selendang/Salendang balapak ini hasil kerajinan daerah Koto Gadang merupakan salah satu kelengkapan pakaian pengantin wanita yang dipakai pada waktu upacara adat perkawinan di daerah Agam/Bukittingggi. Terbuat dari benang katun warna merah dan benang emas disungkit dengan menggunkan alat tenun secara tradisional memakai alat tenun bukan mesin (ATBM). Permukaan kain ini penuh dengan songketan benang emas hal ini disebut juga selendang ini dengan selendang balapak yang disungkit dengan benang emas dengan tuuk 4, 4 sekali jalan hingga rapat tenunanya. Ragam hias/motif pada bidang kain balah kacang gadang, belah ketupat, salapah-salapah, sajamba makan, motif gelombang, sedangkan kedua pinggir selendang motif atua bada diapit dengan motif batang pinang, pucuk rabuang diapit dengan motif batang pinang dan ular Gerang diapit dengan batang pinang. Bagian arah ke dua ujung selendang terdapat motif pohon hayat, pucuk rabuang, salapah-salapah, sajamba makan, belah ketupat, motif silang, motif tirai dll. Kedua ujung selendang pinggirnya diberi minsie dari benang emas dan jambulnya juga dari benang emas.
Nomor inventarisasi :
03.116
Nomor Registrasi :
185
Tempat Pembuatan :
Kota Bukittinggi
Status Cagar Budaya :
Bukan Cagar Budaya
Klasifikasi :
Etnografika
Kondisi Koleksi :
Utuh
Tanggal Registrasi:
24 Apr 2025
Cara Perolehan:
Pembelian
Keaslian:
Asli
Nama Museum :
Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:
13.75.U.05.0009
Alamat Museum:
Jl. Cindua Mato No. 10