Sarung songket

museum rumah adat nan baanjuang

Deskripsi

Setiap daerah memiliki ciri khas tenunannya ada tenun Pandai Sikek, Pitalah, Silungkang dan Koto Gadang. Koto Gadang terkenal dengan tenunannya yang indah baik dari bahan maupun motifnya. Wanita Koto Gadang sangat kreatif dan inovatif dalam berkarya sehingga banyak menghasilkan kain songket yang indah. Akibat perkembangan pendidikan Belanda banyak generasi muda Koto Gadang yang berpendidikan, merantau dan bekerja di bidang lain. Sehingga tradisi menenun tidak terwarisi, terputus, tapi sekarang baru mulai ada penenunnya yang kembali membuat motif-motif songket Koto Gadang. Salah satu tenun Koto Gadang yang sudah mulai rusak ini merupakan koleksi Museum Rumah Adat Bukittinggi. Sarung ini terbuat dari benang serat nenas warna hitam hiasan tabur motif bunga. Bagian pinggir bawah dilapisi dengan songket Koto Gadang motif balah katupek besar. Bagian pinggir kain juga terdapat lapisan yang lebih kecil diberi hiasan sulaman benang emas tabur api-api. Kain sarung ini bagian belakang dilapisi kain katun putih agak lebih tinggi dari kain sarung. Dipakai oleh ibu-ibu sebagai sarung, kelengkapan pakaian menghadiri suatu acara seperti acara pesta perkawinan, pengangkatan penghulu, dll.

Sejarah

-

Nomor inventarisasi :

03.57

Nomor Registrasi :

-

Tempat Pembuatan :

Kota Bukittinggi

Status Cagar Budaya :

Bukan Cagar Budaya

Klasifikasi :

Etnografika

Kondisi Koleksi :

Utuh

Tanggal Registrasi:

$koleksi['Profile'][0]->tgl_registrasi

Cara Perolehan:

Pembelian

Keaslian:

Asli

Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:

13.75.U.05.0009

Alamat Museum:

Jl. Cindua Mato No. 10

Galeri

Testimoni