Repro Foto H. M. Moeslich

museum kretek

Deskripsi

Foto H. Moeslich Yang Mengenakan Jas Hitam, Kemeja Putih Dan Dasi Kupu-Kupu Berbingkai Kayu Dengan Hiasan Ukiran Yang Dicat Coklat.

Sejarah

Moeslich bin Soleh, pemilih usaha kretek dengan merek Tebu Dan Cengkeh di Kudus. Pada 19 maret 1939, perusahaannya dikunjungi oleh Tjarda dan rombongan dalam rangkaian kunjungan kerja Gubernur Jenderal ke Jawa Tengah. Awalnya Moeslich menjual kretek hasil yang dibuat istrinya, Masrifah. Produk itu pun tidak dibawa secara khusus, melainkan hanya barang cangkingan (bawaan) ketika dia membawa batik dari solo ke surabaya. Sebagaimana diketahui, sejarah kretek memang tidak bisa dipisahkan dari batik. Sebelum kretek eksis, para saudagar-saudagar di Kudus kulon adalah pedagang batik. Waktu selama sekitar lima tahun menjadi bukti bahwa usaha kreteknya mendatangkan keuntungan. Di ujung berakhirnya Perang Dunia I, moeslich yang bernama asli moeltazam itu memiliki dana yang memadai untuk berangkat haji. Dia pun wujudkan keinginan tersebut dan pada momentum ibadah haji inilah nama Moeltazam berganti menjadi Moeslich.

Nomor inventarisasi :

05.0006

Nomor Registrasi :

0596

Tempat Pembuatan :

-

Status Cagar Budaya :

-

Klasifikasi :

Historika

Kondisi Koleksi :

-

Tanggal Registrasi:

1 Jan 1970

Cara Perolehan:

Hibah

Keaslian:

-

Nama Museum :

Museum Kretek

Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:

33.19.K.04.0037

Alamat Museum:

Jl. Getas Pejaten No.155, Getas, Getas Pejaten, Kec. Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah

Galeri

Testimoni