Replika Arca Arcapada III

museum daerah kabupaten lumajang

Deskripsi

Replika arca hanya tinggal bagian lutut hingga bagian atas, sedangkan lutut ke bawah hilang. Bagian sandaran arca (stela) berbentuk persegi cenderung oval. Posisi arca berdiri (samabhangga). Kepala memakai amahkota yang sudah aus, bagian wajah rusak yang diisi dengan motif sulur-suluran. Rambut ikal terurai ke belakang. Kedua tangan lurus di samping tubuh. Hiasan yang dipakai yaitu kelat bahu berhias stiliran simbar, gelang tangan rangkap dua. Menggunakan hiasan dada bermotif suluran. Kain panjang (wastra) dengan hiasan pinggang depan berbentuk tumpal. Selendang melintang di bagian paha, kain sampur berbentuk ikal.

Sejarah

Publikasi tentang arca Arcapada berupa tulisan dan foto dilakukan oleh Norman Edwin, Mapala Universitas Indonesia, pada tahun 1986, di Suara ALam. Ia mengamati arca Arcapada bersama rekannya Herman O Lantang, diantar oleh Tuman, cucu juru kunci Gunung Semeru. Semenjak itu tidak ada lagi penelitian lanjutan. Pada berita Kompas, Sabtu, 12 Januari 2012, diberitakan bahwa Dwi Cahyono, Arkeolog Universitas Negeri Malang, menyatakan Arcapada masih ada saat mendaki Gunung Semeru. Tiga arca Arcapada yang asli hingga saat ini masih berada di situs yaitu di Kalimati, bagian atas Gunung Semeru, pada ketinggian 2.903 meter di atas permukaan laut (DPL). Pada tahun 2016 dibuat replika oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lumajang dalam rangka disajikan di Museum Daerah Kabupaten Lumajang.

Nomor inventarisasi :

02/rep.19/lmj/2016

Nomor Registrasi :

-

Tempat Pembuatan :

-

Status Cagar Budaya :

-

Klasifikasi :

Arkeologika

Kondisi Koleksi :

Utuh

Tanggal Registrasi:

$koleksi['Profile'][0]->tgl_registrasi

Cara Perolehan:

-

Keaslian:

Replika

Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:

35.08.U.04.0251

Alamat Museum:

Kawasan Wonorejo Terpadu (KWT)

Galeri

Testimoni