Replika Arca Arcapada II
museum daerah kabupaten lumajang
Deskripsi
Replika arca hanya tinggal bagian bawah, yaitu panggul hingga kaki dan lapik. Berposisi berdiri (samabhangga), memakai kain (wastra) panjang hingga pergelangan kaki dengan hiasan lipatan (wiru) di depan tengah kaki. Kain depan dihias dengan selendang bersusun tiga, bermotif suluran. Tangan kiri memeagang lurus di samping tubuh, membawa benda yang tidak seberapa jelas berbentuk lonjong. Hiasan yang dipakai adalah ikat pinggang dan gelang kaki (binggel). Sedangkan tangan kanan rusak. Bagian belakang tidak menggunakan sandaran atau stela sehingga kanan-kiri terlihat hiasan selendang bermotif suluran. Lapik polos, tipis, berbentuk setengah lingkaran. Bagian kiri dan belakang lapik kondisi pecah
Sejarah
Publikasi tentang arca Arcapada berupa tulisan dan foto dilakukan oleh Norman Edwin, Mapala Universitas Indonesia, pada tahun 1986, di Suara ALam. Ia mengamati arca Arcapada bersama rekannya Herman O Lantang, diantar oleh Tuman, cucu juru kunci Gunung Semeru. Semenjak itu tidak ada lagi penelitian lanjutan. Pada berita Kompas, Sabtu, 12 Januari 2012, diberitakan bahwa Dwi Cahyono, Arkeolog Universitas Negeri Malang, menyatakan Arcapada masih ada saat mendaki Gunung Semeru. Tiga arca Arcapada yang asli hingga saat ini masih berada di situs yaitu di Kalimati, bagian atas Gunung Semeru, pada ketinggian 2.903 meter di atas permukaan laut (DPL). Pada tahun 2016 dibuat replika oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lumajang dalam rangka disajikan di Museum Daerah Kabupaten Lumajang.
Nomor inventarisasi :
02/rep.19/lmj/2016
Nomor Registrasi :
-
Tempat Pembuatan :
-
Status Cagar Budaya :
-
Klasifikasi :
Arkeologika
Kondisi Koleksi :
Utuh
Tanggal Registrasi:
$koleksi['Profile'][0]->tgl_registrasi
Cara Perolehan:
-
Keaslian:
Replika
Nama Museum :
Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:
35.08.U.04.0251
Alamat Museum:
Kawasan Wonorejo Terpadu (KWT)