Piring

museum rumah adat nan baanjuang

Deskripsi

Pelayaran bangsa Eropa ke Nusantara dipelopori oleh bangsa Portugis dan Spanyol dengan sembyan 3 G, Gold, Glory, Gospel, kemudian diikuti oleh Inggris dan Belanda. Semenjak abad 17 telah banyak kapal-kapal dagang dari Eropa yang berlayar ke Nusantara terutama mencari rempah-rempah. Diawali dengan semangat 3G, kemudian berdagang membentuk kongsi dagang akhirnya ingin menguasai dan menjajah. Dari Eropa mereka memperdagangkan alat-alat teknologi, senjata, lampu hias, tekstil, barang pecah belah, keramik dsb. Sedangkan dari Nusantara mereka membawa rempah, lada, kopi, batubara, emas dll. Salah benda keramik yang berasal dari Belanda adalah piring, terbuat dari tanah liat putih dicampur bahan selicon dibakar dengan suhu lebih kurang 600 derjat Celsius. Bentuk ceper, mulut melebar keluar glasir warna putih mengkilat, hiasan sablon warna biru tua motif bunga. Bagian dasar dalam motif rangkaian bunga dan geometris. Pada dasar luar terdapat cap produksi tulisan P.Reqout & Maastricht Solok. Piring ini digunakan sebagai tempat makanan terutama dipakai bila ada upacara adat.

Sejarah

Pelayaran bangsa Eropa ke Nusantara dipelopori oleh bangsa Portugis dan Spanyol dengan sembyan 3 G, Gold, Glory, Gospel, kemudian diikuti oleh Inggris dan Belanda. Semenjak abad 17 telah banyak kapal-kapal dagang dari Eropa yang berlayar ke Nusantara terutama mencari rempah-rempah. Diawali dengan semangat 3G, kemudian berdagang membentuk kongsi dagang akhirnya ingin menguasai dan menjajah. Dari Eropa mereka memperdagangkan alat-alat teknologi, senjata, lampu hias, tekstil, barang pecah belah, keramik dsb. Sedangkan dari Nusantara mereka membawa rempah, lada, kopi, batubara, emas dll. Salah benda keramik yang berasal dari Belanda adalah piring, terbuat dari tanah liat putih dicampur bahan selicon dibakar dengan suhu lebih kurang 600 derjat Celsius. Bentuk ceper, mulut melebar keluar glasir warna putih mengkilat, hiasan sablon warna biru tua motif bunga. Bagian dasar dalam motif rangkaian bunga dan geometris. Pada dasar luar terdapat cap produksi tulisan P.Reqout & Maastricht Solok. Piring ini digunakan sebagai tempat makanan terutama dipakai bila ada upacara adat.

Nomor inventarisasi :

10.01

Nomor Registrasi :

37

Tempat Pembuatan :

Kota Bukittinggi

Status Cagar Budaya :

Bukan Cagar Budaya

Klasifikasi :

Keramologika

Kondisi Koleksi :

Utuh

Tanggal Registrasi:

24 Apr 2025

Cara Perolehan:

-

Keaslian:

Asli

Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:

13.75.U.05.0009

Alamat Museum:

Jl. Cindua Mato No. 10

Galeri

Testimoni