Meriam Lela

uptd museum negeri sumatera selatan

Deskripsi

Meriam ini terbuat dari perunggu dengan teknik cor dan berasal dari abad ke-17–18 Masehi. Senjata tradisional khas Melayu ini dilengkapi tiang penyangga (cagak) yang dapat digerakkan untuk menyesuaikan arah bidikan, serta pisir (alat pembidik) di bagian belakang lubang sundut. Bagian pangkal laras bersegi delapan, dihiasi motif timbul berbentuk belah ketupat berisi sulur pakis. Dari bagian tengah hingga ke ujung, laras berbentuk bulat dengan bibir moncong menyerupai mahkota bunga yang tidak simetris. Di pangkal laras, juga terdapat tabung cor (ekor) sebagai tempat pemasangan pegangan kayu atau pengarah. Meriam ini dahulu dimiliki oleh Pangeran Kerama Djaja, Pasirah Kepala Marga Pegagan Ulu Suku II, yang bermukim di Dusun Buluh Cawang (kini termasuk wilayah Kecamatan Kota Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir). Meriam tersebut ditempatkan di depan rumahnya, tepat di tengah tangga, dan dipasang di atas roda penyangga. Panjang keseluruhan 114 cm, panjang gagang 14,7 cm, diameter gagang 5 cm, lingkar gagang 19,6 cm, diameter mulut gagang 3,3 cm, tebal bibir gagang 0,9 cm, diameter lubang sundut 3,4 cm, lingkar badan 27,2 cm, diameter moncong 10 cm, tebal bibir moncong 1 cm, tinggi cagak 25,3 cm, dan lebar cagak 14 cm.

Sejarah

-

Nomor inventarisasi :

05.57

Nomor Registrasi :

1843

Tempat Pembuatan :

-

Status Cagar Budaya :

-

Klasifikasi :

Historika

Kondisi Koleksi :

Utuh

Tanggal Registrasi:

$koleksi['Profile'][0]->tgl_registrasi

Cara Perolehan:

Hibah

Keaslian:

Asli

Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:

16.71.U.03.0018

Alamat Museum:

Jl. Srijaya I, No. 288 KM. 5,5

Galeri

Testimoni