
Meriam Kyai Kanjeng Jogoboyo
museum r. hamong wardoyo
Deskripsi
Meriam K.K. Jogoboyo terbuat dari besi, dan teknologi pembuatannya dengan sisten cor. Terdiri dari 3 bagian, yaitu Bagian moncong. bagian badan, dan bagian belakang. Memiliki lubang peluru dengan diameter 7 cm dan Panjang lubang 103 cm. bagian moncong Meriam terdapat hiasan lingkaran cincin. Pada bagian badan terdapat hiasan cincin dan lengan besi sebagai sarana tumpuan dengan dudukan Meriam. Bagian belakang meriam berbentuk bulatan dengan cincin berlubang sebagai pegangan (rantai). Pada bagian ini terdapat lubang sumbu meriam. Dudukan meriam terbuat dari kayu jati. Dudukan meriam ini terbagi menjadi dua bagian yaitu bagian badan dan bagian depan. Pada bagian depan merupakan bilah kayu dengan dan terdapat hiasan knop yang terbuat dari perunggu Began badan merupakan sebuah papan kayu jati dengan ukuran Panjang: 78 cm, lebar: 34 cm, dan tebal: 9 cm. Pada bagian badan terdapat tiga buah balok kayu yang berfungsi sebagai kaki (dua di depan dan satu di belakang) dengan jarak dari pemukaan tanah 12 cm. pada dua kaki sisi depan, balik kayu dibuat lebih Panjang dan bagian ujung atas sebagai landasan lengan meriam. Kaki meriam ini memiliki Panjang 46 cm. hasan yang terdapat pada badan dudukan meriam ini berupa empat buah kenop tperunggu yang dipasang di keempat sudut serta sebuah kenop perunggu yang dipasang sebagai penumpu bagian belakang meriam. Bagian paling belakang adalah kaki dudukan meriam. Kaki ini berbentuk balok yang terpangkas dan ditempelkan pada badan dudukan meriam. Pada kedua sisi balok tersebut dipasang gelang besi
Sejarah
Meriam dari Keraton mataram, pada waktu sebelum perjanjian Giyanti, meriam ini berada di Keraton Kasunanan. Setelah Perjanjian Giyanti, meriam ini di pindah di Pesanggrahan Paras oleh Sinuwun PB X setelah PB X wafat 1930, pada tahun 1949 pesanggrahan Paras dibakar oleh Letkol Slamet Riyadi, Meriam tersebut diselamatkan oleh Kabupaten Boyolali Kemudian dipindah di museum Hamong Wardoyo sejak 2016.
Nomor inventarisasi :
-
Nomor Registrasi :
-
Tempat Pembuatan :
-
Status Cagar Budaya :
Bukan Cagar Budaya
Klasifikasi :
Arkeologika
Kondisi Koleksi :
Utuh
Tanggal Registrasi:
$koleksi['Profile'][0]->tgl_registrasi
Cara Perolehan:
Hasil Penemuan
Keaslian:
Asli
Nama Museum :
Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:
33.09.K.04.0139
Alamat Museum:
Jl. Pandanaran No.19, Tegalmulyo, Siswodipuran, Kec. Boyolali, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah