MATA TOMBAK (D)
museum cakraningrat
Deskripsi
Mata tombak ini memiliki bentuk bilah yang lurus, ramping, dan meruncing tajam di bagian ujung, menunjukkan fungsinya sebagai senjata tusuk yang efektif. Permukaannya tampak relatif lebih halus, meskipun masih terlihat bekas tempa tradisional berupa garis-garis memanjang yang memberi kesan kuat dan kokoh. Tidak terdapat tonjolan yang terlalu menonjol di bagian tengah, sehingga bilah terlihat lebih pipih dan ringan. Pada bagian pangkal, terdapat sedikit penebalan sebagai penguat struktur sebelum tersambung dengan gagang, yang diikat menggunakan lilitan tali sederhana, menandakan teknik perakitan yang praktis namun tetap mempertahankan nilai tradisional.
Sejarah
Secara historis, tombak merupakan salah satu senjata tertua yang digunakan oleh masyarakat Nusantara, termasuk di Madura. Sejak masa kerajaan hingga era kolonial, tombak berfungsi sebagai alat pertahanan diri sekaligus senjata perang. Dalam konteks budaya Madura, tombak tidak hanya dipandang sebagai alat fisik, tetapi juga memiliki makna simbolik yang berkaitan dengan keberanian, kehormatan, dan status sosial. Proses pembuatannya dilakukan oleh pandai besi lokal dengan teknik tempa yang diwariskan secara turun-temurun, sehingga setiap tombak memiliki ciri khas tersendiri. Seiring perkembangan zaman, fungsi tombak mulai bergeser dari senjata perang menjadi benda budaya atau pusaka, yang sering digunakan dalam upacara adat atau disimpan sebagai warisan keluarga yang memiliki nilai historis dan spiritual.
Nomor inventarisasi :
064/CA/BKL/2026
Nomor Registrasi :
030.4/002/MUS/BKL/20
Tempat Pembuatan :
-
Status Cagar Budaya :
Cagar Budaya - Benda
Klasifikasi :
Historika
Kondisi Koleksi :
Utuh
Tanggal Registrasi:
$koleksi['Profile'][0]->tgl_registrasi
Cara Perolehan:
Warisan
Keaslian:
Asli
Nama Museum :
Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:
35.26.K.04.0145
Alamat Museum:
Jl. Soekarno Hatta No.35