MATA TOMBAK (C)
museum cakraningrat
Deskripsi
Mata tombak ini memiliki bentuk yang ramping dan memanjang dengan ujung yang meruncing tajam, menunjukkan fungsi utamanya sebagai alat tusuk. Permukaannya terlihat kasar dengan tekstur berpori seperti hasil tempa tradisional, memberi kesan kokoh dan berkarakter. Di bagian tengah terdapat alur memanjang yang sedikit menonjol, berfungsi memperkuat struktur bilah sekaligus menambah nilai estetika. Pada pangkalnya, bentuknya melebar sebelum menyempit ke sambungan gagang, yang diikat menggunakan lilitan tali sederhana, menandakan teknik perakitan yang masih mempertahankan nuansa tradisional dan fungsional.
Sejarah
Mata tombak seperti yang kamu pegang itu punya akar sejarah panjang dalam budaya Nusantara, termasuk di Madura. Sejak masa kerajaan-kerajaan awal di Indonesia, tombak sudah digunakan bukan hanya sebagai senjata perang, tetapi juga sebagai simbol kekuasaan dan keberanian. Di lingkungan masyarakat tradisional Madura, tombak sering dikaitkan dengan nilai kehormatan, perlindungan diri, serta identitas laki-laki dewasa. Proses pembuatannya biasanya dilakukan oleh pandai besi lokal dengan teknik tempa manual, yang diwariskan turun-temurun, sehingga setiap bilah punya karakter unik. Selain fungsi praktis, dalam perkembangan waktu, tombak juga memiliki nilai simbolik dan ritual, misalnya digunakan dalam upacara adat atau disimpan sebagai pusaka keluarga yang dipercaya memiliki kekuatan tertentu.
Nomor inventarisasi :
063/CA/BKL/2026
Nomor Registrasi :
030.3/002/MUS/BKL/20
Tempat Pembuatan :
-
Status Cagar Budaya :
Cagar Budaya - Benda
Klasifikasi :
Historika
Kondisi Koleksi :
Utuh
Tanggal Registrasi:
$koleksi['Profile'][0]->tgl_registrasi
Cara Perolehan:
Warisan
Keaslian:
Asli
Nama Museum :
Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:
35.26.K.04.0145
Alamat Museum:
Jl. Soekarno Hatta No.35