Kursi Makan
museum rumah kelahiran bung hatta
Deskripsi
Kursi Makan merupakan kelengkapan dari meja makan. Kayu kursi berwarna coklat kehitaman dan rotannya berwarna coklat muda. Kursi makan ini didesain kombinasi bahan rotan dan kayu, simpel dan sederhana. Penggunaan kursi makan di Minangkabau mulai berkembang seiring dengan perubahan sosial dan budaya, terutama sejak pengaruh kolonial dan modernisasi pada abad ke-19 dan ke-20. Sebelum itu, kebanyakan masyarakat Minangkabau lebih mengutamakan tradisi makan bersama di lantai atau makan bajamba dengan menggunakan tikar, tanpa kursi. Kursi mulai diperkenalkan sebagai bagian dari adaptasi terhadap gaya hidup yang lebih modern. Meskipun kursi telah menjadi bagian dari rumah tangga, tradisi makan di lantai sesungguhnya masih tetap dipertahankan dalam banyak kesempatan, menunjukkan keseimbangan antara tradisi dan modernitas dalam budaya Minangkabau. Dalam masyarakat Minangkabau tempo dulu, keberadaan kursi makan dapat mencerminkan status sosial. Kursi makan pada waktu itu umumnya hanya dimiliki oleh keluarga terpandang.
Sejarah
Kursi Makan merupakan kelengkapan dari meja makan. Kayu kursi berwarna coklat kehitaman dan rotannya berwarna coklat muda. Kursi makan ini didesain kombinasi bahan rotan dan kayu, simpel dan sederhana. Penggunaan kursi makan di Minangkabau mulai berkembang seiring dengan perubahan sosial dan budaya, terutama sejak pengaruh kolonial dan modernisasi pada abad ke-19 dan ke-20. Sebelum itu, kebanyakan masyarakat Minangkabau lebih mengutamakan tradisi makan bersama di lantai atau makan bajamba dengan menggunakan tikar, tanpa kursi. Kursi mulai diperkenalkan sebagai bagian dari adaptasi terhadap gaya hidup yang lebih modern. Meskipun kursi telah menjadi bagian dari rumah tangga, tradisi makan di lantai sesungguhnya masih tetap dipertahankan dalam banyak kesempatan, menunjukkan keseimbangan antara tradisi dan modernitas dalam budaya Minangkabau. Dalam masyarakat Minangkabau tempo dulu, keberadaan kursi makan dapat mencerminkan status sosial. Kursi makan pada waktu itu umumnya hanya dimiliki oleh keluarga terpandang.
Nomor inventarisasi :
03.187
Nomor Registrasi :
104
Tempat Pembuatan :
Bukittinggi
Status Cagar Budaya :
-
Klasifikasi :
Etnografika
Kondisi Koleksi :
Utuh
Tanggal Registrasi:
5 May 2025
Cara Perolehan:
Pembelian
Keaslian:
Replika
Nama Museum :
Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:
13.75.K.05.0010
Alamat Museum:
Jl. Soekarno Hatta No. 37, Campago Ipuh, Mandiangin Koto Selayan, Bukittinggi, Sumatera Barat