Kuncup Teratai
museum mpu purwa
Deskripsi
Ornamen kuncup teratai tidak asing dalam kesenian Indonesia masa klasik (Hindu-Budha). Ornamen ini selalu menghias bangunan suci kedua agama tersebut. Dalam kepecayaan Hindu maupun Budha, teratai dianggap sebagai bunga yang erat hubungannya dengan penciptaan dewa-dewi. Selain itu teratai dianggap bunga yang erat hubungannya dengan kahyangan. Dewa dan dewi di kahyangan, digambarkan duduk atau berdiri di atas bunga teratai, karena teratai merupakan lambang penciptaan dari adi kodrati.
Sejarah
Terdapat alasan yang rasional dari penganut paham ini, mengapa memilih bunga teratai sebagai lambang kesucian atau sebagai lambang kahyangan. Secara alamiah tanaman teratai ini hidup dalam tiga unsur alam, yaitu akarnya berada di dalam tanah atau Lumpur, sementara daunnya terapung di atas air, sedangkan bunganya sendiri berada di udara. Tiga unsur alam ini dianggap mewakili alam semesta (tanah, air, dan udara). Selanjutnya dalam penggambaran ikonografinya, bunga teratai ini dibagi menjadi 3 jenis dan bentuk, yaitu: 1.Padma : teratai merah, bentuk kelopak bunganya bulat dan digambarkan dalam keadaan kuncup maupun mekar. 2.Utpala : teratai biru, bentuk kelopak bunganya runjung, digambarkan selalu dalam keadaan kuncup dengan satu kelopak bunga yang terbuka ke bawah. Kumuda : teratai putih, bentuk kelopak bunganya runcing, digambarkan dalam keadaan mekar.
Nomor inventarisasi :
03/ Kota Malang
Nomor Registrasi :
-
Tempat Pembuatan :
-
Status Cagar Budaya :
-
Klasifikasi :
Arkeologika
Kondisi Koleksi :
Utuh
Tanggal Registrasi:
$koleksi['Profile'][0]->tgl_registrasi
Cara Perolehan:
-
Keaslian:
Asli
Nama Museum :
Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:
35.73.K.05.0052
Alamat Museum:
Jl. Soekarno Hatta Blok.210