Kostum Tari Gandrung
museum tari dan musik nusantara
Deskripsi
Kostum Gandrung biasanya menampilkan kebaya atau blus berhias dengan kain batik sebagai bawahan (dodot atau kain panjang), dilengkapi dengan hiasan kepala yang menyerupai mahkota, selendang panjang, serta perhiasan leher dan tangan (gelang/kalung). Warna dan motif kain sering mengikuti corak batik lokal Banyuwangi, dengan detail bordir dan manik-manik untuk tampilan panggung yang kaya ornamen. Tekstur dan lapisan kain dipilih agar menghasilkan gerak yang mengalun dan menarik perhatian penonton ketika penari mengundang atau berinteraksi.
Sejarah
Asal-usul Gandrung berasal dari budaya masyarakat Banyuwangi (Jawa Timur) sebagai tarian ungkapan syukur—khususnya terkait panen—dan juga sebagai tarian yang menghibur masyarakat. Seiring waktu Gandrung bertransformasi dari ritual desa menjadi tarian pertunjukan yang mengakar kuat dalam identitas budaya Banyuwangi dan sering ditampilkan pada upacara, festival, serta kegiatan pariwisata. Kostum Gandrung juga mengalami perubahan estetika ketika dibawa ke panggung modern, tetapi tetap mempertahankan unsur batik dan ornamen kepala.
Nomor inventarisasi :
MTMN-KT-2025-004
Nomor Registrasi :
RBNPB/MTMN/KT/004/20
Tempat Pembuatan :
RBN PUSPO BUDOYO
Status Cagar Budaya :
Bukan Cagar Budaya
Klasifikasi :
Historika
Kondisi Koleksi :
Utuh
Tanggal Registrasi:
$koleksi['Profile'][0]->tgl_registrasi
Cara Perolehan:
Pembelian
Keaslian:
Asli
Nama Museum :
Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:
36.74.K.06.0027
Alamat Museum:
Jl.Elang Raya No.1