Koin Belanda 1 Sen

museum daerah kabupaten lumajang

Deskripsi

Uang koin ini berbentuk bulat pipih. Diameternya 15.8 mm dan tebalnya 1 mm. Pada bagian tengah, terdapat lubang berbentuk lingkaran yang berdiameter 4 mm. Pada satu sisi terdapat hiasan berupa tangkai padi yang mengelilingi lubang tengah. Kemudian di bawah lubang, terdapat tulisan yang menunjukkan nominal 1 Ct. Kondisi permukaan pada koin ini telah aus. Namun huruf dan gambar yang ada masih bisa dilihat. Pada sisi tepi luar, terdapat tulisan NEDERLANDSCH INDIE 1937 yang dibuat melingkar. Kondisi permukaan pada satu sisi lainnya masih bagus. Tulisan dan gambar relatif masih jelas. Sisi ini dibuat untuk menyebutkan nominal koin yang dibaca “SEPERSERATUS RUPIAH” yang ditulis menggunakan akasara jawi (pegon) dan aksara jawa. Tulisan huruf jawi ditulis dibagian tengah, dan tulisan huruf Jawa dibuat melingkar di sepanjang tepian koin. Di bagian bawah terdapat hiasan berupa bunga teratai dalam tiga fase. Bunga teratai mekar ada di bagian tengah, dan diapit oleh teratai yang masih kuncup dan setengah mekar.

Sejarah

Peredaran koin belanda di Kabupaten Lumajang tidak bisa dilepaskan dari konteks sejarah kolonialisme. Pada tahun 1882 Kabupaten Lumajang berstatus sebagai distrik yang dipimpin oleh seorang Wedana. Status tersebut meingkat menjadi afdeeling pada tahun 1886 dengan pimpinan seorang Patih. Tahun 1929 pemerintahan di Lumajang dinaikkan lagi tingkatnya menjadi Kabupaten dan dipimpin oleh seorang Bupati. Sebagai wilayah yang subur karena dikelilingi oleh beberapa gunung berapi, Lumajang merupakan kawasan strategis bagi perkebunan-perkebunan Belanda, dibuktikan dengan adanya berbagai pabrik gula warisan kolonial yang tersebar di Kabupaten Lumajang. Berdirinya perkebunan dan pabrik gula menarik masyarakat untuk masuk dan menetap di Lumajang, sehingga transaksi ekonomi juga semakin meningkat. Tumbuhnya industri perkebunan ini menjadi salah satu faktor yang memperluas peredaran uang di masyarakat. Selain itu proses monetisasi semakin dipercepat selama periode liberal dengan suatu perubahan dari tanam paksa ke perusahaan-perusahaan swasta. Menjelang akhir abad ke-19 sistem upah kerja dapat dikatakan sudah merupakan hal yang biasa dan umum berlaku.

Nomor inventarisasi :

05/6a/lmj/2014-05/6f5/lmj/2014

Nomor Registrasi :

-

Tempat Pembuatan :

-

Status Cagar Budaya :

-

Klasifikasi :

Numismatika

Kondisi Koleksi :

Utuh

Tanggal Registrasi:

$koleksi['Profile'][0]->tgl_registrasi

Cara Perolehan:

Hibah

Keaslian:

Asli

Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:

35.08.U.04.0251

Alamat Museum:

Kawasan Wonorejo Terpadu (KWT)

Galeri

Testimoni