Kitab Cetak

museum rumah adat nan baanjuang

Deskripsi

DESKRIPSI/URAIAN Kitab cetak adalah proses atau bagaimana sejarah sebuah manuskrip atau naskah tulisan tangan menjadi kitab yang tercetak dalam bentuk buku. Sepintas lalu ini adalah Al-Quran. Akan tetapi jika kita lihat dan baca masing-masing halaman akan dapat dipahami apa sesungguhnya isi dari Kitab Cetak ini. Dalam hal menjadikan naskah menjadi kitab cetak tidak luput dari peran muhaqqiq-nya (editor) misalnya kita ambil contoh dalam mewujudkan manuskrip Fathul Bari atau kitab-kitab besar lainnya ke dalam bentuk edisi kitab tercetak (printededition). Padahal dalam setiap kitab terutama yang dicetak belakangan, proses editing dari manuskrip menjadi printed edition biasanya didedahkan. Misalnya, sang editor akan menyatakan jika edisi kitab ini didasarkan pada manuskrip yang tersimpan di perpustakaan mana, soal variant readingnya dan lain sebagainya. Berbeda dengan Al-Quran adalah kitab suci umat Islam yang diturunkan kepada nabi terakhir berupa wahyu yaitu Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassalam melalui Malaikat Jibril secara berangsur-angsur selama 22 tahun, 2 bulan, dan 22 hari; atau rata-rata selama 23 tahun, dimulai sejak tanggal 17 Ramadan, di kota besar Mekah dan Madinah sejak tahun 610 M sampai kematian Nabi Muhammad tiba yaitu pada tahun 632 M. Selain memiliki makna keagamaan, karya ini secara luas dianggap sebagai karya terbaik dalam sastra Arab dan telah memengaruhi bahasa Arab secara signifikan.

Sejarah

DESKRIPSI/URAIAN Kitab cetak adalah proses atau bagaimana sejarah sebuah manuskrip atau naskah tulisan tangan menjadi kitab yang tercetak dalam bentuk buku. Sepintas lalu ini adalah Al-Quran. Akan tetapi jika kita lihat dan baca masing-masing halaman akan dapat dipahami apa sesungguhnya isi dari Kitab Cetak ini. Dalam hal menjadikan naskah menjadi kitab cetak tidak luput dari peran muhaqqiq-nya (editor) misalnya kita ambil contoh dalam mewujudkan manuskrip Fathul Bari atau kitab-kitab besar lainnya ke dalam bentuk edisi kitab tercetak (printededition). Padahal dalam setiap kitab terutama yang dicetak belakangan, proses editing dari manuskrip menjadi printed edition biasanya didedahkan. Misalnya, sang editor akan menyatakan jika edisi kitab ini didasarkan pada manuskrip yang tersimpan di perpustakaan mana, soal variant readingnya dan lain sebagainya. Berbeda dengan Al-Quran adalah kitab suci umat Islam yang diturunkan kepada nabi terakhir berupa wahyu yaitu Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassalam melalui Malaikat Jibril secara berangsur-angsur selama 22 tahun, 2 bulan, dan 22 hari; atau rata-rata selama 23 tahun, dimulai sejak tanggal 17 Ramadan, di kota besar Mekah dan Madinah sejak tahun 610 M sampai kematian Nabi Muhammad tiba yaitu pada tahun 632 M. Selain memiliki makna keagamaan, karya ini secara luas dianggap sebagai karya terbaik dalam sastra Arab dan telah memengaruhi bahasa Arab secara signifikan.

Nomor inventarisasi :

07.6

Nomor Registrasi :

293

Tempat Pembuatan :

Kota Bukittinggi

Status Cagar Budaya :

Bukan Cagar Budaya

Klasifikasi :

Filologika

Kondisi Koleksi :

Tidak Utuh

Tanggal Registrasi:

25 Apr 2025

Cara Perolehan:

Pembelian

Keaslian:

Asli

Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:

13.75.U.05.0009

Alamat Museum:

Jl. Cindua Mato No. 10

Galeri

Testimoni