Keris

museum rumah adat nan baanjuang

Deskripsi

Sejenis perhiasan pinggang pengantin laki-laki yang dipakai pada waktu upacara adat perkawinan yaitu keris/sakin. Keris/sakin ini terdiri dari mata, sarung dan tangkai. Mata terbuat dari besi bentuk bulat pipih dan runcing ujungnya. Sarung terbuat dari kayu dilapisi dengan seng plat/loyang sepuh emas. Pada permukaan keris ini dihiasi dengan hiasan teknik pahat dengan ragam hias motif daun, bintik-bintik. Pada bagian arah ke tangkai keris ini bentuk perahu motif geometris, daun. Kemudian tangkai dari kayu diberi salut dari seng plat sepuh emas bentuk bulat panjang agak berlekuk diberi hiasan motif hiasan kepala ular. Dipakai oleh pengantin laki-laki di daerah Padang, Padang Pariaman dan daerah Pesisisr pada upacara adat perkawinan.

Sejarah

Sejenis perhiasan pinggang pengantin laki-laki yang dipakai pada waktu upacara adat perkawinan yaitu keris/sakin. Keris/sakin ini terdiri dari mata, sarung dan tangkai. Mata terbuat dari besi bentuk bulat pipih dan runcing ujungnya. Sarung terbuat dari kayu dilapisi dengan seng plat/loyang sepuh emas. Pada permukaan keris ini dihiasi dengan hiasan teknik pahat dengan ragam hias motif daun, bintik-bintik. Pada bagian arah ke tangkai keris ini bentuk perahu motif geometris, daun. Kemudian tangkai dari kayu diberi salut dari seng plat sepuh emas bentuk bulat panjang agak berlekuk diberi hiasan motif hiasan kepala ular. Dipakai oleh pengantin laki-laki di daerah Padang, Padang Pariaman dan daerah Pesisisr pada upacara adat perkawinan.

Nomor inventarisasi :

03.131

Nomor Registrasi :

200

Tempat Pembuatan :

Kota Bukittinggi

Status Cagar Budaya :

Bukan Cagar Budaya

Klasifikasi :

Etnografika

Kondisi Koleksi :

Utuh

Tanggal Registrasi:

24 Apr 2025

Cara Perolehan:

Pembelian

Keaslian:

Asli

Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:

13.75.U.05.0009

Alamat Museum:

Jl. Cindua Mato No. 10

Galeri

Testimoni