Kapal MALAKA'S WELVAREN
museum batam raja ali haji
Deskripsi
-
Sejarah
Pada zaman dulu antara Belanda dan Kerajaan Riau-Lingga memiliki sebuah perjanjian , isi perjanjian tersebut apabila kapal asing masuk ke daerah Riau Harus melaporkan ke Belanda dan hasil rampasan dibagi dua , apabila masuk Kapal Asing ke wilayah Belanda, pada waktu itu Belanda Berpusat di Malaka lapor ke Riau dan Hasil dibagi dua. Pada saat itu masuklah Kapal dari Perancis ke Riau didekat Pulau Bayan lalu kapal tersebut ditangkap dan dilaporkan Oleh Raja Ali Haji ke Belanda. Lalu Belanda mengirim seorang Kapten Kapal bernama Barbaron dan membawa kapal tersebut ke Malaka sampai ke Batavia . Dan disitu Belanda tidak membagi hasil tangkapan kepada Raja Ali Haji. Raja Ali Haji marah dan datang Ke Malaka dan merobek-robek Surat Perjanjian tersebut didepan utusan Belanda, inilah yang merupakan penyebab Perang Riau. Akhirnya pada 6 Januari 1784 Belanda memutuskan melakukan serangan serentak ke Pulau Penyengat, Teluk Keriting, Senggarang, Tanjungpinang, Pulau Bayan, dan semua kubu pertahanan Raja Haji. Pasukan Riau menerima tantangan itu dengan juga mengerahkan semua kekuatannya. Kapal Belanda mengepung dari seluruh penjuru. Namun pasukan Riau sudah mengetahui dan hafal betul medan perang karena berada di wilayah mereka. Dari benteng pertahanannya pasukan Riau terus menembakkan meriam. Dan sebuah kapal paling besar milik Belanda bernama Malaka’s Welvaren meledak terkena tembakan meriam pasukan Riau, tepat di depan benteng Teluk Keriting.(Peristiwa ini kelak dijadikan momentum dalam penetapan hari jadi Kota Tanjungpinang yang jatuh pada 6 Januari 1784).
Nomor inventarisasi :
L/077
Nomor Registrasi :
R/077
Tempat Pembuatan :
-
Status Cagar Budaya :
-
Klasifikasi :
-
Kondisi Koleksi :
-
Tanggal Registrasi:
$koleksi['Profile'][0]->tgl_registrasi
Cara Perolehan:
-
Keaslian:
Replika
Nama Museum :
Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:
21.71.U.05.0200
Alamat Museum:
Jl. Engku Putri No.1