Kalung cakiak
museum rumah adat nan baanjuang
Deskripsi
Pada upacara adat perkawinan pengantin wanita memakai beraneka bentuk perhiasan. Pengantin wanita memakai perhiasan kepala, leher/dada, tangan, pinggang, jari dll. Salah satu bentuk perhiasan tersebut yaitu perhiasan leher/ kalung cakiak. Seuntai kalung cakiak terbuat dari tembaga sepuh air emas. Berbentuk motif bunga kecil-kecil sebanyak 42 buah dirangkai berbaris-baris. Bagian sisi depannya diberi mainan motif bulatan-bulatan kecil membentuk angka 8 berderet. Agar tersusun rapi dan menjadi satu kesatuan seuntai kalung dihubungkan dengan rantai dan penyakutnya untuk memudahkan memasangnya sewaktu digunakan. Pemasanganya pas di leher ini dinamakan kalung cakiak karena pas di leher. Pemakaian kalung ini hampir setiap daerah memakai kalung ini yang dipakai oleh pengantin wanita, maupun bundo kandung di daerah minangkabau.
Sejarah
Pada upacara adat perkawinan pengantin wanita memakai beraneka bentuk perhiasan. Pengantin wanita memakai perhiasan kepala, leher/dada, tangan, pinggang, jari dll. Salah satu bentuk perhiasan tersebut yaitu perhiasan leher/ kalung cakiak. Seuntai kalung cakiak terbuat dari tembaga sepuh air emas. Berbentuk motif bunga kecil-kecil sebanyak 42 buah dirangkai berbaris-baris. Bagian sisi depannya diberi mainan motif bulatan-bulatan kecil membentuk angka 8 berderet. Agar tersusun rapi dan menjadi satu kesatuan seuntai kalung dihubungkan dengan rantai dan penyakutnya untuk memudahkan memasangnya sewaktu digunakan. Pemasanganya pas di leher ini dinamakan kalung cakiak karena pas di leher. Pemakaian kalung ini hampir setiap daerah memakai kalung ini yang dipakai oleh pengantin wanita, maupun bundo kandung di daerah minangkabau.
Nomor inventarisasi :
03.138
Nomor Registrasi :
207
Tempat Pembuatan :
Kota Bukittinggi
Status Cagar Budaya :
Bukan Cagar Budaya
Klasifikasi :
Etnografika
Kondisi Koleksi :
Utuh
Tanggal Registrasi:
24 Apr 2025
Cara Perolehan:
Pembelian
Keaslian:
Asli
Nama Museum :
Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:
13.75.U.05.0009
Alamat Museum:
Jl. Cindua Mato No. 10