Kaluang Pinyaram
museum rumah adat nan baanjuang
Deskripsi
Pinyaram atau kue cucur adalah sejenis makanan tradisional Minangkabau yang terbuat dari tepung beras dan gula atau saka dan digoreng. Dari bentuk pinyaram yang bundar inilah pandai emas menciptakan motif kalung ini. Terbuat dari rangkaian kawat-kawat dari temabga yang dibentuk melingkar hingga menjadi bundar dan bagian tengahnya menonjol berbentuk stupa. Seuntai kalung pinyaram ini terdiri dari 10 bulatan, satu yang besar dibagian tengah /bawah kemudian dirangkai dengan bulatan yang lebih kecil sehingga berbentuk seuntai kalung yang bentuknya lebih ramai. Kemudian kalung ini disepuh emas sehingga kesannya lebih mewah lagi seperti kalung emas. Kalung pinyaram ini dipakai oleh Pengantin wanita dan bundo kanduang sebagai kelengkapan pakaian adat di Minaangkabau.
Sejarah
Pinyaram atau kue cucur adalah sejenis makanan tradisional Minangkabau yang terbuat dari tepung beras dan gula atau saka dan digoreng. Dari bentuk pinyaram yang bundar inilah pandai emas menciptakan motif kalung ini. Terbuat dari rangkaian kawat-kawat dari temabga yang dibentuk melingkar hingga menjadi bundar dan bagian tengahnya menonjol berbentuk stupa. Seuntai kalung pinyaram ini terdiri dari 10 bulatan, satu yang besar dibagian tengah /bawah kemudian dirangkai dengan bulatan yang lebih kecil sehingga berbentuk seuntai kalung yang bentuknya lebih ramai. Kemudian kalung ini disepuh emas sehingga kesannya lebih mewah lagi seperti kalung emas. Kalung pinyaram ini dipakai oleh Pengantin wanita dan bundo kanduang sebagai kelengkapan pakaian adat di Minaangkabau.
Nomor inventarisasi :
03.08
Nomor Registrasi :
8
Tempat Pembuatan :
Kota Bukittinggi
Status Cagar Budaya :
Bukan Cagar Budaya
Klasifikasi :
Etnografika
Kondisi Koleksi :
Utuh
Tanggal Registrasi:
24 Apr 2025
Cara Perolehan:
Pembelian
Keaslian:
Asli
Nama Museum :
Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:
13.75.U.05.0009
Alamat Museum:
Jl. Cindua Mato No. 10