KAIN TABIR
museum daerah kabupaten sambas
Deskripsi
Kain tabir merupakan kain penutup dinding yang biasanya dipakai saat ada upacara adat,25 dan biasa digunakan untuk acara kawinan masyarakat sambas sebagai hiasan dinding di rumah pengantin (pelaminan).26 Kain tabir di buat dengan cara di tenun, tenun adalah kain yang dihasilkan dari proses persilangan antara benang dari arah memanjang atau batu tua ( lungsi) dengan benang arah melebar (pakan) berdasarkan pola anyam tertentu.27 Masyarakat sambas sudah melakukan kerajinan menenun secara turun-temurun sejak abad ke- 17, pada masa kerajaan sambas yang saat itu di pimpin oleh sultan sulaiman yang bergelar sultan Muhammad tsajafiuddin I pada abad ke- 17 pada saat itu kerajinan menenun digunakan untuk keperluan adat dan perdagangan. Analisi Setiap motif yang ada di kain tabir: Penamaan marpatu ini di gunakan oleh beberapa pengrajin tenun pada zaman dulu, berdasarkan hasil wawancara kepada Nurlela, (55 tahun) ketua koperasi rantai mawar desa Motif puccok rabbong Motif pucuk rebung merupakan motif yang menjadi simbol kekhasan masyarakat sambas, dalam Bahasa Indonesia, puccok rabbong diartikan sebagai tanaman rebung yang masih muda sehingga disebutlah dengan “puccok” sesuai dengan namanya motif ini terinspirasi dari tanaman rebung yang sering di jumpai di wilayah daratan sambas. Filosofi yang di ambil dari tanaman rebung ini adalah melihat manfaat rebung yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan manusia dan sifat tanaman yang kuat mencerminkan bahwa dalam hidup seharusnya manusia selain tegar dalam menghadapi tantangan hidup namun juga dapat memberikan manfaat bagi sesama manusia dan juga lingkungan sekitar. Dari sifat tanaman yang banyak mengandung manfaat ini tersirat pula maknanya bahwa menjadi manusia tidak selayaknya untuk bersikap arogan yang membuat manusia pada akhirnya menjadi egois. Dari sisi roda pemerintahan, filosofi dari motif ini juga menggambarkan adanya sebuah harapan bahwa pembangunan yang ada di daerah kabupaten sambas akan terus berkembang dan maju dari waktu ke waktu seperti tanaman rebung yang terus tumbuh menjulang tinggi menjadi pohon bambu yang semakin memberikan manfaat banyak bagi manusia dan lingkungan sekitarnya. Dari segi kehidupan, filosofi puccok rabbong ini semakin hari semakin tinggi menjulang keatas yang mempunyai makna bahwa kejarlah cita-cita setinggi langit, jangan pernah putus asa sampai kita mendapatkannya, jangan setengah langkah berhenti teruslah berjuang demi menggapai puncak dari semua usaha kita.39 2. Tabur mata ayam Motif ini menggambarkan persekutuan suku minang dan bugis dalam hal pelamaran. Jika satu diantara suku tersebut kalah dalam hal adu ayam, .maka suku tersebut harus memberikan atau membuat kain seperti mata ayam yang indah tersebar di seluruh permukaan kain.40 3. Bunga rumput Secara leksikal bunga rumput bunga yang terdapat pada rumput yang biasanyan banyak terdapat di padang yang luas, tidak ada makna tertentu karena motif ini hasil imajinasi orang dahulu Ketika melihat rumput.41 4. Motif ulat Motif ini di hasilkan oleh orang zaman dahulu dari sebuah imajinasi Ketika melihat binatang ulat, jadilah sebuah inovasi untuk menjadikanya motif di kain tenun, tidak ada makna tersendiri dari motif ini. 5. Gigi balang Gigi balang merupakan motif dari hasil orang zaman dahulu Ketika balang makan rumput, dari hasil rumput yang di makan oleh balang tersebutlah menjadikan sebuah ide baru untuk di jadikan motif yang di aplikasikan kepada kain tenun, ini juga tidak memiliki makna khas. 6. Bunga sapar peranggi Motif ini menggambarkan buah sapar peranggi yang unik, sehingga orang zaman dahulu berimajinasi Ketika melihatnya, lalu di aplikasikan kedalam motif tenun. 7. Renda kain Renda kain adalah motif bagian kain yang terdapat pada bagian paling bawah, dan bagian atas, baisanya ada juga di bagian kana dan kiri kain, yang berfungsi sebagai penutup atau batas akhir pada setiap kain yang di hasilkan oleh para perajin kain tenun.42 8. Motif rantai pasak Motif rantai pasak memiliki makna simbolis yaitu keterkaitan sosial, melambangkan persatuan dan solidaritas di antara masyarakat. Pasak adalah komponen yang digunakan untuk menahan sesuatu agar tetap kokoh, sehingga motif ini juga mewakili kekuatan dan ketahanan. Sehingga menandakan betapa pentingnya menjaga identitas budaya melalui tenunan dan dihubungkan dengan nilai-nilai kehidupan masyarakat Sambas yang erat dengan semangat gotong royong.
Sejarah
-
Nomor inventarisasi :
729/I.K.MDS/2019
Nomor Registrasi :
0708
Tempat Pembuatan :
-
Status Cagar Budaya :
-
Klasifikasi :
Etnografika
Kondisi Koleksi :
Tidak Utuh
Tanggal Registrasi:
14 Jul 2026
Cara Perolehan:
Pembelian
Keaslian:
Asli
Nama Museum :
Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:
61.01.U.04.0065
Alamat Museum:
Jalan Merdeka