Kain Ciut dan Lurik Gedhog
museum tekstil
Deskripsi
Satu bidang tenun saja, dihias dengan garis & lajur arah lungsi berwarna biru tua dan putih selang-seling yang dikerjakan dengan teknik tenun sederhana. Di sepanjang kedua sisi terlihat pinggiran berwarna biru tua. Ujung-ujung lungsi yang tidak ditenun dikumpulkan dalam 8 kelomplok dan simpul. Ragam hias berupa garis-garis memanjang berwarna biru tua (hitam) dan putih saja, dalam adat Jawa dianggap melindungi pemakai. Cara garis2 hitam (biru sangat tua) tipis-tebal disusun di tenunan ini menghasilkan pola yang disebut TULUH WATU. Di kalangan keraton Jawa Tengah tenunan semacam ini disebut LURIK DENGKLUNG dan kalau ditenun dengan benang kapas pintal tangan & pewarna biru alam, digunakan sebagai gendongan dandang nasi sakral yang digunakan untuk menanak nasi untuk upacara khusus delapan tahunan peringtan hari lahirnya Nabi Muhammad (disebut Tahun Dal), yang secara simbolis ‘digendong’ oleh Ibu raja yang sedang berkuasa. Digunakan juga di antara masyarakat Jawa di mana-mana sebagai alat tolak bala dalam berbagai upacara seperti tujuh bulanan seorang ibu yang mengandung anak pertama, juga digantung di atas layar pementasan wayang kulit pada pementasan khusus, di antara lain. Disumbangkan dengan 99 lembar tenunan lain kepada Museum Tekstil Jakarta atas nama alm. Ibu Herawati Diah.
Sejarah
-
Nomor inventarisasi :
2875
Nomor Registrasi :
-
Tempat Pembuatan :
Yogyakarta
Status Cagar Budaya :
Bukan Cagar Budaya
Klasifikasi :
Etnografika
Kondisi Koleksi :
Utuh
Tanggal Registrasi:
$koleksi['Profile'][0]->tgl_registrasi
Cara Perolehan:
Hibah
Keaslian:
Asli
Nama Museum :
Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:
31.73.K.03.0094
Alamat Museum:
Jalan KS Tubun No.2-4