Jambanan 1040 Saka

museum airlangga (gedung i dan gedung ii)

Deskripsi

Jambangan ini berbentuk elip memiliki kedalaman 60 cm. pada bagian dalam terdapat semacam bantalan duduk yang menonjol. Pada bagian sudut di seberang bantalan terdapat lobang saluran bung air. Jambangan in merupakan jambangan terindah yang pernah ditemukan. Pada bagian luar badan jambangan dipenuhi dengan ukiran has yang sangat indah. Pada dasar dan bagian bibir jambangan berupa ukiran padma yang merekah indah. Pada bagian badan tengah terdapat hiasan mawar, dimana pada salah satu sisi terdapat inskripsi berupa Candra Sangkala. Antara hiasan padma dan objek tengah badan jambangan dihiasi ornament meander yang terlihat tajam. Pada tiap sudut jambangan diukir lambang tengkorak menggigit bulan sabit, atau yang disebut dengan istilah "Candrakapala" Dimana lambang "Candrakapala" pernah digunakan sebagai lancana kebesaran salah satu Raja Kerajaan Panjalu, yaitu Cri Mahäräja Cri Bämeçwara Sakalabuanatustikärapa Sarwwäniwäryyawiryya Parakrama Digjayottunggadewa (? -1057 Saka/1135 Masehi). Namun sayang lambang Candrakapala pada tiap sudut jambangan telah aus, dan terlihat dilukai dengan sengaja. Johan Hendrik Caspar Kern (1833 - 1917) pernah melakukan penelitian terhadap jambangan koleksi museum Airlangga ini, dimana dahulu disebutnya sebagai "Sarkofaag (?)". Adapun hasil bacaan beliau terhadap candra sengkala pada Jambangan di museum Airlangga berbunyi "sunya sagara nirmalang sasi" mengandung nilai angka 1-4-0-1 dibaca terbalik menjadi tahun Saka 1041 (Knebel, 1908: 244)21. Namun dalam pengamatan kemudian. dihasilkan bacaan yang berbeda dengan bacaan H.Kern tersebut. Bacaan dan nilai angka yang dihasilkan Dun berbeda. Adapun bacaan kemudian adalah "Sunyang Sagara Nirmala Sasi" dengan nilai angka 0-4-0-1 dibaca terbalik menjadi tahun Saka 1040. Hal ini dimana arti kata "Sunyang" atau Sunya/I bermakna sifat angka "0°* Jadi Jambangan batu in berasal dari masa Pemerintahan Cri Maharaja Cri BämecwaraSakalabuanatustikarana Sarwwäniwäryyawiryya Parakrama Digjayottunggadewa (? - 1057 Saka/1135 Masehi).

Sejarah

-

Nomor inventarisasi :

24/ATR/BT/AN/24

Nomor Registrasi :

114/KDR/1996

Tempat Pembuatan :

-

Status Cagar Budaya :

-

Klasifikasi :

-

Kondisi Koleksi :

-

Tanggal Registrasi:

$koleksi['Profile'][0]->tgl_registrasi

Cara Perolehan:

-

Keaslian:

-

Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:

35.71.U.05.0059

Alamat Museum:

Jl. Selomangleng No. 1

Galeri

Testimoni