Gamelan Singo mengkok (Gambang)
museum sunan drajat
Deskripsi
Rancak gambang terbuat dari kayu jati yang dibentuk menjadi dudukan gambang berukuran 88 cm x 30 cm. Penutup kedua sisi panjangnya berupa bilah papan yang ditangkupkan berpaku dengan bentuk meninggi dan titik puncak disisi tengah. Pada bagian atas sisi panjang badan teramati pasangan lubang tempat pasak kayu bilah bonang. Tidak ada ukiran sama sekali pada rancak gambang namun ada residu pewarnaan warna hitam, coklat tua, coklat muda dan merah.
Sejarah
Gamelan Singo Mengkok merupakan salah satu pusaka bersejarah yang menjadi koleksi penting di Museum Sunan Drajat. Gamelan ini dipercaya berasal dari masa penyebaran Islam di pesisir utara Jawa pada abad ke-15 hingga ke-16 Masehi, ketika Sunan Drajat (Raden Qosim) berperan besar dalam dakwah Islam melalui pendekatan budaya dan kesenian. Menurut tradisi lisan masyarakat setempat, Gamelan Singo Mengkok digunakan oleh Sunan Drajat sebagai sarana dakwah dan media pendidikan moral bagi masyarakat. Melalui lantunan gamelan dan tembang-tembang Jawa, beliau menyisipkan ajaran Islam yang mudah diterima rakyat, seperti nilai gotong royong, welas asih, dan kedermawanan.
Nomor inventarisasi :
68/LMG/2003
Nomor Registrasi :
47
Tempat Pembuatan :
-
Status Cagar Budaya :
Bukan Cagar Budaya
Klasifikasi :
Etnografika
Kondisi Koleksi :
Utuh
Tanggal Registrasi:
1 May 2023
Cara Perolehan:
Warisan
Keaslian:
Asli
Nama Museum :
Nomor Pendaftaran Nasional Musuem:
35.24.K.04.0149
Alamat Museum:
Jl, Sunan Drajat